Tajam News

Pertanyakan BPHTB Dan Retribusi Galian C ,Tiga Wakil Ketua DPRD Rembang Temui Pejabat SMI

GRESIK ,Mediatajam. Com _Tiga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rembang masing -masing Gunasih, Bisri Cholil Laquf, dan Sumarsih.
menggelar kunjungan kerja ke Gedung Utama Semen Indonesia, Jl. Veteran No 1 Gresik Jawa Timur Kamis .(11/10/ 2018)

Dalama kunjungan itu tiga orang wakil rakyat tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia Agung Wiharto, Direktur Utama Semen Gresik Mukhamad Saifudin, serta GM of Raw Material & Production Support Musiran.

Dalam sambutannya Gunasih mengatakan tujuan kunjungan
kerja ke kantor pusat Semen Indonesia yang dilakukannya . Untuk mengetahui apakah benar bahwa di tahun 2019 nanti , Semen Indonesia akan memberikan kontribusi cukup besar kepada PAD Kabupaten Rembang melalui Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) maupun retribusi galian C.
Pasalnya, dalam pembahasan APBD Perubahan kemarin, terlihat bahwa ada beberapa pos anggaran yang tidak genap sampai 1 tahun.

Misalnya, uang tali asih untuk guru madin hanya dianggarkan hingga Agustus 2019 saja, dan beberaa pos juga seperti itu. Ternyata, anggarannya memang tidak cukup

“Saat itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan akan ada pemasukan cukup besar dari Semen Indonesia, dan itu bisa untuk menutupi kekurangan anggaran.” terangnya

Sekertaris perusahaan Semen Indonesia Agung Wiharto menyampaikan bahwa kondisi pasar persemenan di Indonesia. Pasar Indonesia kini diperebutkan 15 pemain kelas dunia. Di Indonesia, hanya industri semen saja yang diserbu oleh perusahaan-perusahaan terbaik dunia, dan terjadi over kapasitas hingga mencapai 40 juta ton.

” Meski persaingan sengit SMI sebagai BUMN sangat perhatian kepada penghijauan di area pascatambang dan sangat peduli kepada warga di sekitar pabrik atau tambang.

Bahkan CSR untuk warga Rembang, kata Agung, sudah mencapai Rp 15 miliar hingga bulan Oktober ini. Kami menerapkan teknologi yang sangat ramah lingkungan. Terkait dengan emisi debu, SNI menetapkan ambang aman di titik 70 mg per meter kubik. Emisi debu Rembang di titik 30 mg per meter kubik.”terangnya

Lebih lanjut kata Agung Wiharto bahwa untuk tahun 2019, realisasi pajak yang akan dikeluarkan dalam kisaran puluhan miliar saja. Kalau jumlahnya segitu, berarti memang tak bisa menutup kekurangan pada APBD.

“Namun, setidaknya kiprah Semen Indonesia di Rembang memang telah kelihatan, setidaknya roda perekonomian berputar semakin baik, kata dia. Kami investasi Rp5 triliun di Rembang, dan kapasitasnya masih sedikit. Namun, kami sejak awal sangat memerhatikan lingkungan. Kami terbuka dengan siapa saja, ayo membangun negeri ini.”kata Agung

Sementara itu Kepala Biro Tambang Pabrik Semen Gresik di Tuban Khoirul Anwar memaparkan secara gamblang dan semangat penghijauan Semen Indonesia di Tuban. Kami mempunyai teknik tentang penanganan lahan tambang. Usai penambangan, yang sebelumnya hanya berbentuk gunung kapur yang gersang, menjadi hutan hijau. Bahkan, pascatambang lahan tanah liat, kami jadikan embung-embung penampung air hujan.

Jika dulu petani di sekitaran tambang hanya panen sekali dalam satu tahun, dengan adanya embung bekas tambang tanah liat ini, para petani bisa panen tiga kali dalam setahun. Hasilnya setiap panen bisa mencapai tiga kali lipat, kata Khoirul. Bahkan, sesudah ada pabrik semen, cadangan air tanah di Tuban meningkat 40 persen. Saat ini, jika wilayah lain kekeringan, di Tuban cadangan airnya masih banyak, tambah dia.
Semen Indonesia juga bermitra dengan 387 petani di lingkungan tambang dalam kelompok tani. Di mana para petani ini kian dicerdaskan dengan pendampingan tenaga ahli yang didatangkan Semen Indonesia.

“Saya berani menjamin, di Rembang kami akan lebih baik lagi. Pasalnya, kami mendapatkan ilmu dan menerapkan secara konsisten di pabrik Tuban sejak tahun 1990-an.

Dan hasilnya telah terbukti, keberadaan pabrik semen di Tuban membawa dampak sangat positif terhadap pendapatan daerah maupun kelestarian lingkungan. Kami juga mendapatkan penghargaan perusahaan pengelola lingkungan terbaik, dalam beberapa tahun terakhir.”tandasnya .(Hasan Yahya)