Tajam News Kriminal

Produksi Brownies Ganja, Pemuda Jepara Diringkus Polisi

Jepara ,mediatajam.com – Seorang pemuda FES (24) asal Demaan, Jepara ditahan, karena melakukan penyalahgunaan narkotika jenis Ganja dengan memodifikasinya menjadi brownis,akibatnya dia harus berurusan dengan Tim Gabungan yang terdiri dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah, Polres Jepara, dan Kantor Bea Cukai Kudus.

Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjend Pol Benny Gunawan didampingi Kapolres Jepara AKP Nugroho Trinuryanto, Bupati Jepara Dian Kristiandi dan Kepala Bea Cukai Kudus, Gatot Sugeng Wibowo, menggelar pers conference untuk awak media pada Kamis (30/07/20).
Kasus ini menurut Benny Gunawan, merupakan modus baru dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Dijelaskannya, FES (24) warga Pesajen, Demaan, Jepara diketahui membuat inovasi baru dalam memasarkan ganja. Caranya adalah dengan mencampurnya pada roti brownies dan cokies yang dibuatnya.

Brownies dan cokies tersebut dipasarkannya melalui instagram dan salah satu market place online. Usaha ini sudah dilakukannya selama 4 bulan terakhir.

Kiprah FES akhirnya terbongkar, setelah pihak Bea Cukai mengendus adanya pengiriman barang berupa ganja dari Makassar. Pengiriman paket ini kemudian tetap dilakukan dengan pengawasan ketat dari para petugas gabungan.

Senin (27/7/2020) paket ganja seberat 6,1 gram tersebut tiba di Jepara dan diambil oleh FES. Petugas kemudian melakukan penangkapan dan mengembangkan kasus ini.

“Jumlah barangnya memang sedikit, namun kami mendapati satu modus baru dalam peredaran narkotika jenis ganja. Tersangka menggunakannya sebagai campuran membuat roti. Kemudian roti ini dijualnya,” ujar Brigjend Pol Benny Gunawan, Kamis (30/7/2020).

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Nugroho Trinuryanto menyatakan, Brownies Ganja tersebut diketahui saat pihaknya dan Tim Gabungan melakukan penggeledahan di rumah tersangka. Ada dua paket terbungkus alumunium foil yang mencurigakan.

Masing-masing paket berisi enam potongan. Pengembangan yang dilakukan akhirnya menguak bahwa brownies dan cokies terbungkus alumunium foil tersebut ternyata sudah dicampur dengan ganja.

“Tersangka ini dengan caranya berhasil membuat roti berbahan ganja. Produk ini sudah dipasarkan melalui online dan instagram. Dari pengakuan tersangka sudah laku ke beberapa orang dalam 4 bulan terakhir,” ujar AKBP Nugroho Trinuryanto.

Dari pengakuan tersangka FES, ia sudah lima kali membuat paket brownies atau cokies ini. Dalam satu paket berisi enam potongan kue.
Ia pun membuat sesuai dengan pesanan. Selama ini dirinya mendapatkan ganja dari seseorang di Makassar.

”Sudah empat bulan ini saya membuat. Brownies dan cokies saya buat setelah melihat caranya di YouTube. Sekitar lima paket sudah saya buat dan saya jual. Menjualnya hanya lewat instagram dan market place,” ungkap FES.

Karena perbuatannya tersangka diancam hukuman penjara maksimum 12 tahun penjara.**LUK/ Ibnu