Tajam News

Puluhan Tahun Tak Berikan CSR, ICCI dan OMYA Didemo Warga

REMBANG,Mediatajam.com РLantaran tak kebagian Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan tambang puluhan warga desa Gading Kecamatan Sale menggelar aksi demo menutup akses jalan Sale РTahunan Kamis (8/11/2018) pagi.

Aksi tersebut dilakukan warga karena ada perusahaan tambang yang telah beroperasi selama puluhan tahun tidak memperhatikan kondisi sosial yang ada di desa setempat . Akibat aksi tersebut, truk pengangkut hasil tambangpun dihentikan paksa sementara.

Kepala Desa Gading Sugeng kepada wartawan mengutarakan jika perusahaan itu tidak memberikan CSR kepada desa. Mengingat Desa Gading merupakan salah satu desa yang terkena dampak secara langsung dari aktivitas tambang.

“Ini keinginan masyarakat Gading. Desa ini terkena dampak aktivitas tambang selama puluhan tahun Gading tak dapat CSR. Sedangkan tokoh dan desa lain dapat CSR dari PT. ICCI dan PT. Omya,”kata dia.

Sementara itu, CSR itu nantinya bakal dimasukan di dalam anggaran desa. Sehingga ke depannya dapat dijadikan biaya kegiatan desa. Baik itu meliputi kegiatan rutinan dan sejenisnya.

“Sedekah bumi, 17 Agustusan itu perlu anggaran. Sedangkan kita belum oernah dapat dari ICCIA dan Omya. Sebetulnya semua, namun yang lain terpenuhi (CSR). SAP, BIO , AHK Sudah, tinggal ICCIA dan Omya belum memenuhi (CSR),”urainya

Kemudian, ia juga menjelaskan secara rinci bahwa CSR yang dimaksud ialah bukan serta merta dana tunai. Hanya saja ia mengutarakan bahwa bantuan sosial itu berupa Drop Order (DO) dari perusahaan tersebut.

“CSR (tunai) tak mendidik. Kalau saya minta DO (kerjasama) pekerjaan tak minta uang (tunai). Kalau DO kan bisa berkelanjutan untuk desa. Seandainya tak terjadi ini, bisa lima armada tiap hari,”ujar dia.

Di suatu sisi, saat disinggung mengenai perusahaan tambang lainnya yang sudah memberikan kerjasama dengan pihak Desa Gading, ia mengutarakan bahwa setiap perusahaan berbeda-beda. Antara 5 hingga 10 truk tiap harinya.

“Dari SAP 10 rit, BIO 5 rit per hari itu berbentuk DO (Drop Order),”paparnya.

Sementara itu, salah satu sopir truk yang terkena dampak aksi tutup jalan tersebut Budi Wiyono mengungkapkan bahwa insiden ini bisa merugikan para sopir.

“Tentunya ini bisa merugikan sopir. Waktunya tersendat. Ini hanya ngangkut padle saja. Dan akan dibongkar di Jatirogo. Misalkan ngangkut batu itu, sehari bolak balik hanya bisa sebanyak 2 rit saja,”pungkasnya,¬†(Hasan Yahya)