Tajam News

Puluhan Warga Kontra Blokir Akses Jalan Masuk Pabrik Semen

REMBANG,MEDIATAJAM.COM _ Akses jalan masuk menuju lokasi pabrik semen milik PT Semen Indonesia di Desa Kadiwono Kec Bulu di blokade puluhan warga penolak pabrik semen  Jumat (10/2)

Aksi blokade oleh massa yang mendiami tenda penolakan sejak 16 Juni 2014 silam menuntut manajemen PT Semen Indonesia (SI) untuk menghentikan seluruh aktivitas karyawan di lokasi pabrik, atas dasar putusan Mahkamah Agung (MA) yang mencabut izin lingkungan pabrik semen.

Blokade dilakukan warga penolak pabrik dengan menanam palang dan tiang yang terbuat dari bambu hingga menutup seluruh badan jalan. Sejak pukul 10.00 pagi , massa juga berdiri di belakang blokade sambil menyanyikan lagu Ibu Bumi.

Meski pihak PT SI menyatakan pabrik tidak lagi beroperasi terhitung sejak bulan Januari, warga penolak beranggapan pabrik masih beraktivitas seperti biasa, terlihat dengan banyaknya karyawan yang masuk kerja dan lalu lalang di sekitar akses pabrik.

Marno, salah satu peserta aksi, mengatakan, pihaknya tidak akan membuka blokade hingga pabrik semen berhenti total tanpa adanya aktivitas. Menurutnya, hal itu sesuai putusan MA.

“Sampai mereka tidak ada kegiatan apapum kami pun akan pulang, tapi kalau tidak, kami pun akan tetap di sini. Karena yang melanggar hukum yang ilegal itu mereka, kami sudah lapor ke Polda, lakukan somasi ke gubernur, tapi tidak ada tindakan apapun. Tadi yang masuk kerja banyak,” katanya.

Aksi blokade tersebut mendapat penjagaan ketat dari aparat Kepolisian Resor Rembang. Ratusan personil dan sejumlah perwira turut diterjunkan ke lokasi. Meski begitu, tidak nampak adanya upaya pembubaran secara paksa oleh aparat.
Wakil Kapolres Rembang,  Kompol Pranandya Subyakto menyampaikan, perlu ada sikap dari manajemen pabrik semen untuk merespon tuntutan warga kontra yang menuntut statement dari manajemen supaya tidak mengoperasionalkan pegawainya.
Pranandya mengakui, aksi warga yang tanpa pemberitahuan kepada pihak polisi, bisa saja ditindak sesuai aturan. Namun pihaknya mengutamakan upaya persuasif agar warga dengan kesadaran sendiri menghentikan aksinya.

“Ini kami menunggu statement dari manajemen semen, harapannya ada pernyataan dari pihak manajemen agar pihak kontra dengan kesadaran sendiri membuka portal, tanpa kami dari kepolisian melakukan upaya bongkar paksa,” tegasnya.

Berdasarkan pantauan,  negosiasi yang melibatkan Kepala Desa Kadiwono beserta Pimpinan Keamanan lokasi pabrik sempat dilakukan. Namun hingga pukul 17.00 sore masih mengalami jalan buntu, dan massa belum bersedia membongkar blokade.**Hasan Yahya