Tajam News

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Satu Keluarga Akan di Gelar Begini Kata Penasehat Hukum Tersangkam

REMBANG,mediatajam.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Rembang dikabarkan akan segera menggelar rekaulang adegan kasus pembunuhan (rekonstruksi) yang dilakukan oleh Sumani (44 tahun ) yang menewaskan empat orang korban jiwa yang masih satu keluarga di Desa Turusgede, Kecamatan Rembang Kota, pada bulan Februari 2021 lalu

Sumani tersangka kasus pembunuhan yang merupakan warga Dukuh Pandak, Desa Pragu yang saat ini sudah mendekam di rumah tahanan Mapolres Rembang untuk kepentingan penyidikan selama 60 hari itu sudah mengakui perbuatan sadisnya.

Penasehat Hukum tersangka, Darmawan Budiharto saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, berdasarkan jadwal dari pihak Kepolisian Polres Rembang, hari Kamis 4 Maret 2021 tersangka akan menjalani rekonstruksi.

Ia menambahkan, mengenai tempat yang menjadi lokasi rekonstruksi belum pasti, apakah di rumah korban yang menjadi TKP pembunuhan, atau digelar ditempat lain.

“Kalau berdasarkan jadwal yang dibritaukan kepada saya selaku penasehat hukum tersangka dua hari lagi mas. Tapi kalua soal tempat, dilaksanakan terbuka atau tertutup itu menjadi wewenang pihak penyidik,” kata Darmawan.

Sampai hari ini keterangan tersangka masih sama, sehingga dalam kasus ini terduga pelaku pembunuhan masih satu orang, atau tunggal. Terkait motif pembunuhan berdasarkan hasil pemeriksaan juga masih sama dengan motif yang sempat ia sampaikan sebelumnya. yakni menguasai harta benda milik korban.

Diberitakan sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Bambang Sugito menjelaskan pihaknya sudah mengumpulkan alat-alat bukti atas tindakan keji tersangka. Hasil pemeriksaan saat itu, Sumani telah merencanakan aksi pembunuhan tersebut dari rumahnya.

Dari aksinya itu, Sumani berhasil menggasak uang tunai dan beberapa perhiasan milik korban. Ia juga sempat memasukan uang tersebut ke rekening miliknya senilai Rp 8 juta pada Jumat (5/2/2021) setelah kejadian. Kemudian dibayarkan untuk pelunasan hutang ke rekening seorang wanita senilai Rp 6 juta.

Atas perbuatannya, pria yang berprofesi sebagai penabuh gamelan itu dijerat dengan pasal berlapis, dengan ancaman hukuman mati.(San)