Tajam News Kriminal

Res Narkoba Polrestabes Semarang , Ungkap Tiga Penyalahgunaan Narkotika Dalam Satu Hari

Semarang, mediatajam.com – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang berhasil mengungkap tiga kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika sekaligus menangkap tiga orang pengedarnya dalam satu hari.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang AKBP Yudy Arto Wiyono mengatakan, ketiga kasus peredaran narkotika yang diungkap jajarannya itu terdiri dari kasus sabu dan penyalahgunaan obat psikotropika.

“Ketiga tersangka pengedar narkotika yang diamankan itu adalah Novianto Dwi warga Miroto, Luki Dwi warga Mijen dan Teguh Sanjaya warga Gunungpati.semuanya ditangkap ditempat berbeda”, terang Yudy saat ungkap kasus tersebut di Mapolrestabes Semarang Rabu (22/01/20).

Yudy menjelaskan, ketiga tersangka peredaran narkotika yang diamankan itu tidak saling mengenal satu dengan lainnya.

Menurutnya, kasus peredaran narkotika yang ada di Kota Semarang memang masih cukup tinggi dan perlu adanya peran aktif dari masyarakat. Yakni, dengan melaporkan jika ada informasi peredaran narkoba di lingkungan tempat tinggalnya.

“Dalam rangka menekan dan meminimalisir penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang ada di Kota Semarang, Sat Serse Narkoba mengungkap di awal tahun 2020 ini ada tiga kasus yang cukup besar. Pengungkapan kasus sabu, dan peredaran obat-obatan psikotropika”, tambahnya.

AKBP.Yudy Arto Wiyono menunjukan barang bukti Sabu saat gelar kasus di Mapolrestabes Semarang.

Yudy menghimbau, kalau ada di lingkungan masyarakat ada yang menjual atau mengedarkan obat yang diduga sebagai obat psikotropika dan tidak punya izin edar, silakan dilaprkan kepada kami dan akan ditindaklanjuti.

Selain mengamankan ketiga tersangka pihaknya juga menyita sabu seberat 155 gram dan ekstasi sebanyak 51 butir serta ribuan pil psikotropika yang belum sempat diedarkan. Dari pengakuan para tersangka, mereka hanya bertugas sebagai kurir saja dan menyerahkan ke tempat tujuan.

“Selanjutnya, kasus-kasus peredaran narkoba akan kita kembangkan lebih lanjut untuk menangkap otak atau pemilik barangnya,” pungkasnya. **Sefrin