Tajam News

Sekolah Semarang Siap Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Semarang,mediatajam.com – Kesiapan Kota Semarang dalam ujicoba pembelajaran tatap muka telah mencapai 90 persen, demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri saat menjadi narasumber dalam dialog parlemen dalam primetopik Trijaya FM pada Senin pagi (29/03/21) di lobby Gets Hotel jalan,Dr.Cipto Semarang dengan tema “Menyiapkan Pembelajaran Tatap Muka.

Gunawan menyebut, masa uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi siswa SD dan SMP di Kota Semarang akan dimulai Senin (5/4) mendatang. Akan ada dua Sekolah Dasar yakni SD Pekunden dan SD Sompok dan dua SMP Negeri yakni SMPN 5 dan SMPN 2 yang akan menjalankan masa uji coba.

Dijelaskannya, masa uji coba selama dua minggu hasil evaluasinya tidak ada masalah, maka akan terus dilanjutkan dan secara bertahap sekolah-sekolah bisa melakukan kegiatan PTM.

“meski ijin dari para orang tua belum seratus persen namun menurutnya kesiapan sekolah dalam melakukan uji coba pembelajaran tatap muka itu sudah sangat siap, teknisnya nanti bisa separo masuk separo belajar dirumah atau masuk pagi dan siang,” tambahnya.

Ia menyebut sekolah yang akan menjalankan PTM sudah siap dengan oenwrapan protokol kesehatan yang ketat dan dukungan dari orang tua murid akan sangat penting dan sangat berperan besar dalam proses uji coba ini.

Kepala Dinas Pendidikan Semarang Gunawan Saptogiri saat memberi keterangan pada awakmedia.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman mengatakan Pemerintah Kota Semarang benar-benar telah mempersiapkan PTM mulai dari dari ujicoba 5 April mendatang.
Pilus menghimbau masyarakat khususnya orang tua wali siswa tak perlu khawatir dan takut dengan berlangsungnya PTM.

“Yang dipersiapkan akan diuji coba tidak semua sekolahan hanya ada 2 SD dan 2 SMP yang akan uji coba besok tanggal 5 dan jam nya juga berbeda seperti saat masa sebelum pandemi, bahkan kantin juga tidak boleh buka dulu, dan siswa yang hadir di kelas hanya separo saja, sistemnya ganjil genap, ajid tak perlu risau,” ungkap Pilus.

Dari data Dinas Pendidikan Kota Semarang masih ada sekitar 15-20% orang tua murid yang belum sepakat dengan adanya PTM.
Namun hal ini, tambah Pilus, tidak perlu dipaksakan. Nantinya bagi orang tua yang belum setuju dengan PTM aka terus diberikan sosialisasi dan sementara itu siswa tetap bisa menerima pelajaran melalui daring.

“Kita tidak bisa memaksakan orang tua yang belum setuju adanya PTM, jika memang orang tua belum perbolehkan anaknya ikut PTM ya bisa membuat surat keberatan dan pendidikannya melalui daring, tidak ada paksaan, dan terus berikan sosialisasi kepada masyarakat yang masih takut akan adanya PTM,” katanya.

Pilus juga melihat saat ini masyarakat sudah memiliki kesadaran yang cukup tinggi dalam mencegah penyebaran Virus Covid-19, terbukti dengan tidak lagi canggung menggunakan masker dan menghindari kerumunan di tempat umum. Hal inilah yang menjadi pertimbangan adanya PTM.

“Saya lihat pemerintah pusat dalam hal ini presiden Jokowi, manakala sudah dibuka kelonggaran adanya PTM dan nantinya muncul kasus-kasus baru di pendidikan maka akan dihentikan,” tuturnya.

Selain itu saat PTM berlangsung juga akan tetap ada pengawasan ketat baik dari Pemerintah maupun gugus tugas Covid. Tak hanya itu evaluasi bahkan akan terus dilakukan hingga hasil PTM benar-benar sempurna.**Sefrin