Tajam News

Tangkal Paham Radikalisme , Dinsos PPKB Rembang Gelar Sekolah Inklusi Pendidikan Pancasila

Rembang,mediatajam.com  – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Rembang menggelar sekolah inklusi pendidikan Pancasila

Kegiatan yang digelar selama dua hari dan diikuti oleh perwakilan Karang Taruna dari 14 Kecamatan berlangsung di Lapangan Desa Ngulahan Kecamatan Sedan.

Plt Kepala Dinsos PPKB Agus Salim mengatakan kegiatan yang terselenggara berkat kerjasama dengan Karangtaruna Kabupaten itu juga menjadi salah satu upaya membentengi generasi muda agar tidak mudah terpapar paham radikal.

“Anak- anak muda di Rembang ini jangan sampai terpapar paham- paham terorisme. Ini karang taruna ka ada di semua desa, mereka bisa menularkan kepada teman – temannya yang ada di desanya masing- masing, harapannya seperti itu,” ujarnya.
Insert Agus Salim

Sekolah inklusi pendidikan Pancasila ini juga menjadi yang pertama di Indonesia. Pasalnya konsep kegiatannya tidak dilakukan secara formal di dalam ruangan, namun ada pra- lapang dan di lapangan.
Di lokasi juga disiapkan tenda- tenda yang menunjang untuk kegiatan outbond.

Harapanya peserta lebih bisa menangkap materi- materi yang disampaikan oleh pemateri dan lebih merasa menyenangkan ketika mengikuti sekolah tersebut.

Sementara itu , Bupati Rembang H.Abdul Hafidz dalam pengarahannya mengapresiasi giat tersebut, menurutnya peningkatan rasa kecintaan terhadap tanah air dan Negara harus diberikan kepada para pemuda dalam hal ini karang taruna.

Abdul Hafidz juga menyebut dari sisi Agama, ditekankan merupakan kewajiban bagi warga untuk membela Negara.

“ Kalau meninggal (dalam membela Negara-red) meninggalnya sahid. Masuk surga tanpa di hisab, “ tuturnya.

Bupati mengingatkan para pendahulu bangsa telah korban jiwa raga dalam meraih kemerdakaan. Untuk itu generasi sekarang mempunyai tanggung jawab merawat dan menjaga keutuhan Bangsa Indonesia.

Bupati yang pernah nyantri di Sarang itu prihatin terkadang masih saja perselisihan karena hal sepele dibesar- besarkan. Namun jika menyangkut negara dianggap sepele.

“Saya berharap kegiatan tersebut bisa menjadi embrio untuk kabupaten Rembang bagaimana mencintai negara di dalam konteks yang bisa memberikan penguatan pada masalah keagamaan, sosial, edukasi, dan kreatifitas di dalam implementasi sangat diperlukan, ” pungkasnya.(San)