Tajam News

Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19, Bupati Rembang Terbitkan Surat Edaran 

Rembang,mediatajam.com – Peningkatan kasus covid-19 di Kabupaten Rembang terus meningkat hingga saat ini. Oleh karena itu, Kamis (16/12/2020) Bupati Rembang H.Abdul Hafidz mengeluarkan surat edarannomor 440/3144/2020 tentang antisipasi peningkatan covid-19.

Kamis kemarin penambahan kasus baru ada 36 pasien. Sedangkan total kasus covid-19 aktif sebanyak 340, dimana pasien dengan gejala dirawar di rumah sakit dan pasien tanpa gejala melakukan isolasi mandiri di rumah masing- masing.

Bupati mengatakan dikeluarkannya Surat Edaran itu setelah mencermati perkembangan penyebaran Covid-19, di Kabupaten Rembang, yang sampai saat ini belum menunjukkan penurunan signifikan sekaligus menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah nomor 443/0017480 tanggal 16 Desember 2020 dan hasil rapat Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Rembang.

“Jadi, setelah kami rapatkan dengan satgas covid, ternyata ada lonjakan. Lonjakan yang sangat luar biasa. Sehingga kalau tidak Kita antisipasi. Tidak ada langkah strategis untuk berupaya untuk Kabupaten Rembang. Maka upaya yang sudah Kami lakukan ini, masih sangat minim. Oleh karena itu, saya berharap kepada masyarakat untuk menyadari protokol kesehatan, ” imbuhnya.

Bupati mengharapkan dengan adanya surat edaran penegakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 berupa 4M (Memakai Masker, Mencuci tangan dengan sabun, Menjauhi berkerumun dan Menjaga jarak) sampai pada tingkat desa ini dapat mengaktifkan jogo tonggo dan kampung tangguh.

Bupati menerangkan isi dari surat edaran itu berisi Pasar yang ada di wilayah Kabupaten Rembang setiap hari Jum’at tutup (terhitung mulai 25 Desember 2020); tempat wisata yang ada di Kabupaten Rembang setiap hari Kamis dan Jum’at ditutup.

” Kegiatan penyelenggaraan acara / kegiatan / event perayaan akhir tahun 2020 juga kita tiadakan, ” imbuhnya.

Selain itu juga dilakukan pembatasan operasional / pemberlakuan jam malam bagi usaha warung non modern (seperti warung tiban, warung kopi dan sejenisnya) buka maksimal sampai pukul 22.00 WIB, usaha warung modern (seperti minimarket, supermarket dan sejenisnya) buka maksimal sampai pukul 20.00 WIB dan usaha kafe atau karaoke operasional buka maksimal sampai pukul 22.00 WIB.

Selain itu , Bupati menyebutkan dalam rangka perlindungan keselamatan dan keamanan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan dan warga satuan pendidikan baik Pendidikan Anak Usia Dini, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama atau sederajat, menghentikan penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan lebih mengoptimalkan Pembelajaran Jarak Jauh.**SAN