Tajam News

Terkait Kebijakan PSBB Jawa Bali, Begini Kata Walikota Semarang

Semarang,mediatajam.com – Terkait terbitnya kebijakan Pemerintah Pusat yaitu pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jawa-Bali yang bakal berlaku 11-25 Januari, Pemkot Semarang akan mengikuti himbauan tersebut.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dalam keterangan persnya mengatakan, jika ia bersama Forkopimda Kota Semarang akan mengimplementasikan kebijakan Pemerintah Pusat melalui revisi Perwal Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

Pertama, kebijakan work from home (WFH) akan diberlakukan 75 persen dari sebelumnya hanya 50 persen. Apabila jumlah pegawai di beberapa dinas kurang, pihaknya mengatur pengurangan jam kerja.

“Kami mengatur pengurangan jam kerja disepakati masuk pukul 08.00-14.00,” katanya di kantor Wali Kota Semarang, Kamis (7/1/2021)

Terkait aktivitas belajar mengajar baik TK, SD, maupun SMP akan tetap berjalan secara daring.

Hendi juga menyesuaikan Pemerintah Pusat mengenai kebutuhan pokok beroperasi dengan pembatasan kapasitas.

Ia menyebut pemkot juga akan membatasi operasional pusat perbelanjaan dan tempat makan.

Pusat perbelanjaan atau mall disepakati buka mulai pagi hingga pukul 19.00. Sedangkan restoran, tempat hiburan, dan pedagang kaki lima (PKL) masih diberi toleransi buka hingga pukul 21.00.

“Fokus kami pada pembatasan kapasitas pengunjung. Kalau kebijakan Pemerintah Pusat maksimal 25 persen. Kami mengambil kebijakan kapasitas maksimal 50 persen,” tambahnya.

Adapun aturan di tempat ibadah masih sesuai perwal yang lama yaitu kapasitas maksimal 50 persen. Sementara itu, fasum dan kegiatan sosial budaya diminta dihentikan selama dua peken ke depan.

“Maka, kami di Pemkot, semua aktivitas terkait dengan kegiatan seminar, dialog, diskusi, ditunda dulu,” tandasnya.

Terkait acara pernikahan, Pemerintah Kota Semarang hanya membolehkan prosesi akad nikah tanpa ada pesta pernikahan.
Prosesi akad nikah juga harus sesuai dengan protokol kesehatan, termasuk pembatasan jumlah yang diundang.

Selama dua pekan ke depan, Pemerintah Kota Semarang juga bakal menutup sembilan ruas jalan. Tujuh ruas diantaranya ditutup selama 24 jam dan dua ruas lainnya ditutup mulai pukul 21.00-06.00.

“Ruas jalan Simpanglima yang menghubungkan dengan Letjen Suprapto tidak ditutup 24 jam tapi mulai 21.00-06.00.Pertimbangannya, karena banyak pelaku usaha PKL dan restoran yang masih bisa buka sampai pulul 21.00,” paparnya.

Aturan-aturuan tersebut akan disusun dalam revisi Peraturan Wali Kota Semarang. Hendi menargetkan, kebijakan tersebut siap ditandatangani dalam dua hari ke depan dan dapat diberlakukan mulai 11 Januari.

Apabila terdapat pihak yang tidak mengindahkan peraturan, kata dia, akan dikenai sanksi berupa pembubaran kegiatan. “Kalau bandel dua sampai tiga kali, izinnya bisa kami tinjau ulang,” pungkasnya. **Frin