Tajam News

Tim Resmob Polres Rembang Bekuk Komplotan Pelaku Pencurian Spesialis Mesin Traktor

Rembang,mediatajam.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim ) Polres Rembang berhasil mengungkap kasus pencurian spesialis mesin diesel traktor antar kabupaten.

Selain menangkap 3 pelakunya
Polisi juga berhasil mengamankan penadahnya .Kapolres Rembang AKBP Kurniawan Tandi Rongre mengungkapkan untuk identitas ketiga pelaku pencurian mesin traktor ini masing – masing bernama Wawan Heriyanto 27 tahun warga Desa Pomahan Kecamatan Sulang, Jaenal Abidin alias Ebiet 35 tahun warga Desa Ngulaan Kecamatan Bulu, Mustono alias Mbutul 36 tahun warga Desa Pasedan Kecamatan Bulu.

Sedang penadahnya bernama
Kaswi 52 tahun warga Desa Bumirejo Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati

“Komplotan ini telah melakukan aksi pencurian di Jawa Tengah sebanyak
14 tempat kejadian perkara (TKP). 9 TKP dilakukan di Kabupaten Rembang, 2 TKP di Kabupaten Pekalongan, 2 TKP di Kabupaten Kendal, dan 1 TKP di Kabupaten Batang.
Komplotan spesialis pencurian mesin traktor ini sudah melakukan aksinya sejak tahun 2020 hingga tahun 2021.”ungkap AKBP Kurniawan Tandi Rongre saat gelar press rilis di halaman Mapolres Rembang, Rabu (24/3/2021).

Ketiga pelaku ini ,lanjut Kapolres masing-masing memiliki peran yang berbeda.
Wawan Heriyanto sebagai eksekutor mesin traktor, Jaenal Abidin sebagai supir kendaraan mobil yang mengangkut barang hasil curian dan Mustono yang memantau kondisi sekitar TKP sekaligus membantu mengangkut mesin traktor.

“Modus operandi pelaku ini melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dilakukan oleh tiga orang yang memiliki tugas masing-masing,” bebernya.

Dari 14 TKP, Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 9 mesin diesel traktor dan empat kerangka traktor. Selain itu barang bukti dua mobil rental yang digunakan untuk mengangkut barang hasil curian juga berhasil diamankan.

“Kita juga mengamankan dua mobil xenia yang digunakan pelaku untuk mengangkut barang hasil curian. Kedua mobil ini merupakan mobil rental atau sewa,” terangnya.

Sementara itu, Mustono alias Mbutul mengaku nekat melakukan pencurian lantaran terhimpit kebutuhan rumah tangga. Pria yang dulunya berprofesi sebagai petani tembakau itu mengaku bangkrut ketika menjadi petani tembakau.

“Sekarang tidak punya kerjaan, tapi dulunya saya kerjanya sebagai petani tembakau, tapi bangkrut. Terus saya berhenti bertani,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, sang eksekutor pencurian Wawan Heriyanto mengatakan dirinya hanya menggunakan kunci pas ukuran 19 saat mempreteli mesin traktor dari kerangkanya. Dia hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk melepas mesin traktor dari kerangkanya.

“Saya pakai kunci 19, terus selang gasnya saya potong setelah itu langsung diangkut ke kendaraan,” ucapnya.

Wawan mengaku, mesin traktor curiannya itu dijual kepada Kaswi yang merupakan seorang penadah di Kabupaten Pati. Ia biasa menjual dengan harga kisaran Rp. 1 juta hingga Rp. 4 juta

“Tergantung kondisi barangnya, kalau jelek ya harganya Rp. 1 juta, kalau bagus Rp. 4 juta,” pungkasnya (San)