Tajam News Kriminal

Ungkap TPPU Jaringan Sancai, BNNP Jateng Sita Rumah Dan Satu Mobil

Ka BNNP Jateng Brigjen.Pol.Beny Gunawan saat memberikan keterangan pada awak media di kantornya.

SEMARANG (MEDIATAJAM) – Mochamad Iqbal (28) ditangkap tim Badan Narkotika Nasional  Provinsi (BNNP) Jawa Tengah di kawasan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Ia ditangkap lantaran terlibat dalam Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kasus Narkotika yang melibatkan jaringan Jaya Kusuma alias Sancai.

Brigjen Pol Benny Gunawan Kepala BNNP Jateng menyatakan, bahwa pelaku merupakan kaki tangan Sancai yang tinggal di Perum Enhaka Residence Garut. Benny mengaku, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menangkap pelaku.

“Ini tergolong modus baru, pelaku telah memalsukan identitas dengan nama Juanda Bintaro Sibuea sebagai warga Surabaya,” terang Benny saat gelar kasus tersebut di kantor BNNP Jateng, Jalan Madukoro Semarang, Senin siang (10/2/2020).

“Namun setelah kita telusuri dari awal TPPU yang melibatkan jaringan Sancai itu ternyata nama Juanda ini bukan yang sebenarnya alias memakai nama orang lain,” tambahnya.

Dari hasil pengembangan kasus tersebut, pihaknya merasa curiga adanya aliran dana dari rekening Dandy Kokasih yang telah ditangkap sebelumnya menuju ke rekening Juanda Bintaro dan Mochamad Iqbal.

Kecurigaannya tak lepas karena kedua nama terakhir yang disebutkan merupakan orang yang sama. “Saat hendak mengungkap kasus ini, pihaknya sempat terkendala karena sebuah bank swasta yang tak kooperatif yang terlalu lama memberikan data dan informasi transaksi keuangan jaringan narkotika tersebut,” terangnya.

Karena kejelian dan keuletan, petugas BNNP Jateng akhirnya berhasil memastikan bahwa Mochamad Iqbal adalah otak dari perputaran uang jaringan Sancai, petugas akhirnya menggerebek TKP dan menangkap pelaku.

Kepala BNNP Jateng menunjukan BB hasil TPPU Jaringan Sancai.

Selain pelaku, BNNP Jateng telah menyita aset berupa sebuah rumah dan sertifikat senilai Rp400 juta dan satu unit mobil Daihatsu Ayla warna putih dengan No PoL D-1609-UY yang diangsur secara autodebet  dari penampungan hasil penjualan Narkotika.

“Jadi, uang yang didapat tersangka ini adalah upah atas peran sebagai pencuci uang untuk dibagikan sesuai perintah Sancai,” pungkasnya.

Hingga kini pelaku masih menjalani pemeriksaan di kantor BNNP Jateng untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku akan diancam dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara.**SEFRIN