Tajam News

Upaya Pemprov Jateng Atasi Musibah Banjir Dan Longsor

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Air (PU-SDA) Jateng, Prasetyo Budi Yuwono

Semarang.Mediatajam.Com-Data dari Badan Meteorologi  Klimatologi dan Giofisika (BMKG)Jateng  mencatat bahwa 1719 desa di Provinsi Jawa Tengah Rawan banjir dan 335 kecamatan serta 1594 desa rawan longsor .BMKG juga mencatat pada bulan Desember hingga Januari 2018 kususnya di wilayah jateng juga akan mengalami hujan yang mencapai puncaknya ,untuk itu sebaiknya hal tersebut di tangapai dengan serius oleh semua pemangku kepentingan untuk berupaya  mencegah terjadinya musibah banjir maupun longsor.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Air (PU-SDA) Jateng, Prasetyo Budi Yuwono mengatakan ,pihaknya hingga saat ini mengaku sudah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir terjadinya banjir maupun musibah tanah longsor seperti dari segi teknis misalnya,  saat ini pihaknya sudah melakukan normalisasi sungai sungai agar bisa menampung debit air sesuai rencana dan memperkuat tanggul maupun perlindungan tebing dan membangun waduk serta embung -embung yang tersebar di Jawa Tengah.

“Namun demkiian upaya non segi teknis atau istilahnya non sruktural itu juga kita perlukan yaitu bagaimana meng edukasi masyarakat agar ikut serta menjaga lingkungan ,yang pertama di lingungan daerah aliran sungai di atas ,dan kami mengajak untuk bagaimana agar masyarakat bisa memasukan air hujan sebanyak banyaknya masuk kedalam tanah jangan di buat mengalir kepermukaan ,dengan giopori sumur resapan dan lain sebagainya itu sangat membantu .”jelasnya usai acara dialog bersama parleman Jawa Tengah yang di siarkan langsung Radio Trijaya FM  di Hotel Pandanaran Semarang Senin (6/11/2017).

Selain itu Prastyo menambahkan,saat ini di jawa tengah sudah ada gerakan resik resik sungai di harapkan masyarakat juga ikut menjaga aliran sungai agar bisa berfungsi dan tidak membuang sampah di sungai karane kata dia sebagian besar banjir yang terjadi adalah karena penyumbatan sampah  di aliran sungai.

Sementara itu , Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso mengatakan, agar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun pemerintah kabupaten/kota bisa lebih waspada menghadapi musim penghujan. Sebab, saat ini ada 30 daerah di Jateng yang rawan bencana baik bencana banjir maupun bencana tanah longsor.

“Kami meminta upaya Pemrov Jateng agar melakukan  antisipasi sedini mungkin, agar bisa meminimalisir atau bahkan bisa menekan korban. Pemprov Jateng harus memetakan benar-benar daerah rawan bencana. Dengan begitu, antisipasi bisa dilakukans sejak dini.”ujar Hadi.

Dikatakanya, bencana banjir saat ini terus mengalami pergeseran dari tahun ke tahun. Dulu banjir sering terjadi di daerah bawah atau cekungan, tetapi sekarang justru menyebar. Salah satu penyebabnya karena sumber resapan air yang mulai berkurang akibat pembangunan yang semakin gencar. “Pungkasnya .**(Tomo)