Tajam News

Warga Ini Laporkan Dugaan Pelanggaran Kampanye Paslon 02 Rembang

Rembang,mediatajam.com – Calon Bupati Rembang nomor urut 2 Abdul Hafidz dilaporkan warga ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rembang, Jum’at (16/10/2020). Warga melaporkan adanya dugaan penggunaan sarana pendidikan untuk kampanye pada Pilkada serentak 09 Desember dan mengklaim bantuan sosial pemerintah.

Sejumlah warga melaporkan dugaan penggunaan fasilitas umum dan mengklaim program pemerintah untuk kampanye.
Video Cabup Petahana Abdul Hafidz viral ketika sedang bersama-sama guru PAUD se-Kecamatan Sarang, di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Senin (12/10/2020) lalu. Dalam video tersebut Abdul Hafidz mengklaim bantuan sosial dari pemerintah sebagai upaya untuk meraih simpatik para guru-guru yang hadir.

“Kami bertiga atasnama warga Rembang melaporkan kejadian tersebut ke Bawaslu. Kami minta kejadian tersebut tidak terulang lagi dan Bawaslu harus bertindak tegas,” kata salah satu warga pelapor, Charis Kurniawan saat jumpa pers di media center Bawaslu Rembang.

Ia mengatakan, bersama dua temannya melaporkan kegiatan kampanye Cabup nomor urut 2 ke Bawaslu. Karena dianggap melanggar aturan kampanye.

“Cabup Petahana menggunakan fasilitas umum, yaitu sarana pendidikan untuk kampanye. Selain itu dalam video yang berdurasi sekitar 30 detik itu, Abdul Hafidz juga mengklaim bantuan sosial dari pemerintah untuk mempengaruhi ibu-ibu,” ungkapnya.

“Untuk itu, pihaknya meminta bawaslu untuk segera memproses kasus tersebut,” imbuh Charis.

Pelapor saat mendatangi Bawaslu Kab.Rembang.

Sementara itu Komisioner Bawaslu Rembang Amin Fauzi membenarkan adanya pelaporan dari warga terkait video viral Cabup nomor urut 2 Abdul Hafidz. Ia menyatakan akan segera mengambil tindakan dan akan segera memverifikasi terkait kasus tersebut.

“Ada waktu tujuh hari waktu Bawaslu untuk mengungkap kasus tersebut. Apakah ada unsur pelanggan atau tidak di dalamnya,” tuturnya.

Sebelumnya viral di medsos baik Facebook dan WA grup Cabup nomor urut 2 sedang berkampanye di salah satu sarana pendidikan di Sarang. Dalam kampanye Hafidz juga mengklaim bantuan sosial pemerintah sebagai usaha untuk meraih simpatik.**SAN