Peristiwa

Wartawan SKRINews Terima Hal Tak Menyenangkan Dari Oknum Guru SMP Bontonompo

GOWA -mediatajam.com – Lagi – lagi perlakuan tidak menyenangkan diterima oleh seorang wartawan Skrinews inisial HRD dari salah satu oknum guru SMPN 1 Bontonompo, Kab. Gowa, Rabu (9/10/2019).

Bermula kejadian saat wartawan skrinews tengah menjalankan tugas jurnalistik dan silaturahmi terkait pemberitaan soal prilaku guru di sekolah SMPN 1 Bontonompo waktu itu.

“Niat dan tujuan kami semata mata ingin menjalinnya silaturahmi lebih erat antara sekolah dan media. ” ungkap Hrd.

HRD mengaku saat itu ia sedang bertemu kepala sekolah namun seorang oknum guru SMPN 1 bontonompo berteriak “saya tidak takut dengan wartawan” didalam ruang kepala sekolah tersebut,katanya.

Ironisnya, teriakan itu dilontarkan bukan hanya sekali, oknum tersebut berteriak berulang-ulang seakan akan dia memgajak duel didalam ruang kepala sekolah saat saya melakukan wawancara dengan kepala sekolah.

Karena merasa mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan, HRD mengonfirmasi kepada kadis pendidikan. Diketahui, oknum Guru tersebut bernama Muktar yang tempo hari juga ingin memukul wartawan.

HRD mengaku merasa keberatan dengan teriakan oknum guru tersebut karena terkesan memberikan pandangan negatif padahal ketika menjalankan tugas jurnalistik wartawan dilindungi Undang-Undang Pers.

Dalam Undang-Undang Nomor 40
tahun 1999 tentang pers, tertulis aturan tentang pers, termasuk ketentuan umum, asas, fungsi, hak, kewajiban, dan peranan pers.

Diatur pula tentang peran serta masyarakat dan ketentuan pidana, seperti halnya UU Pers Pasal 18 Ayat (1), yang tertulis:

“Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).”

Pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHP “Barang siapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu dengan memakai kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan atau memakai ancaman kekerasan.

HRD berharap agar kadis pendidikan memberikan tindakan atau sanksi tegas terhadap perlakuan oknum guru SMPN.1 Bontonmpo agar kedepan tidak ada lagi oknum guru melakukan tindakan yang tak bermoral kepada wartawan,tutupnya. (wan)