Peristiwa

Webinar UIN Walisongo, Pakar FISIPOL UGM Ungkap Pentingnya Parpol Dalam Roda Demokrasi

Semarang,mediatajam.com –  Prodi Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Walisongo berhasil menyelenggarakan Webinar Series dalam rangka pelaksanaan kuliah kerja lapangan (KKL) dengan tema penguatan pelembagaan Partai Politik dan relevansinya dengan demokrasi di Indonesia, Selasa (06/04/2021).

Webiner series yang di moderatori Solkhah Mufrikhah, M.Si diikuti langsung oleh seluruh pimpinan FISIP dan panitian webiner bersama dosen dan 94 peserta mahasiswa KKL Prodi Ilmu Politik dan puluhan masyarakat umum dari berbagai daerah secara virtual melalui platform Zoom meeting dan siaran langsung dari channel Youtube FISIP UIN Walisongo. Webinar ini menghadirkan narasumber Dr. rer pol. Mada Sukmajati (Ketua Prodi S1 Departemen Politik dan Pemerintahan FISIPOL UGM).

Acara dibuka secara langsung oleh Dekan FISIP Dr. Hj, Misbah Zulfa Elisabeth, M. Hum. Dalam sambutanya, Dekan FISIP menyampaikan bahwa kegiatan KKL dengan skema khusus yang diadakan melalui rangkaian kegiatan webinar ini merupakan implementasi sistem merdeka belajar yang dilaksanakan di era pendemi covid-19.

“Dalam rangka merdeka belajar, maka KKL di masa pendemi covid-19 dilakukan dengan desain webiner secara mandiri, inisiatif dan inovatif. Mahasiswa prodi ilmu Politik mendapatkan kuliah pakar dalam kegiatan webinar series, sehingga diharapkan dapat membantu dan mengilhami rancangan KKN maupun tugas akhir mahasiswa yang akan dirancang kedepan. “ Ungkapnya.

Dr. Mada Sukmajati sebagai narasumber menjelaskan, sebagai jantung dari demokrasi; partai politik memiliki posisi yang sangat penting dalam mendorong konsolidasi demokrasi. Salah satunya peran fungsi dan kedudukannya adalah sebagai lembaga perantara (Intermediary) yang digunakan sebagai komukasi politik, rekrutmen poliitk dan bahkan penyelesaian konflik.

Namun, di Indonesia saat ini, partai politik merupakan institusi politik ini justru yang mendapatkan kepercayaan publik paling rendah bersama lembaga perwakilan rakyat, yaitu DPR RI. Kondisi ini tidak dapat dilepaskan dari buruknya kinerja partai politik di Indonesia.

“Partai Politik saat ini, kecenderunganya terintegrasi pada negara. Karena itu, alih-alih partai menjadi lembaga intermediary bagi kepentingan rakyat dan negara, malah lebih banyak menjadi corongnya negara, apalagi sumber keuangan partai politik banyak tergantung dari sumber negara,” jelas Sukmajati.

Selain itu, dalam menjalankan perantaranya; masyarakat diberi kebebasan langsung untuk menyampaikan melalui petugasnya Partai politik di badan legislatif maupun eksekutif Pemerintah. Kebebasan ini menjadikan fungsi artikulasi dan agregasi dalam masyarakat sangat penting.

“masyarakat bisa langsung menyampaikan artikulasinya itu ke partai politik karena parpol yang akan mengagregasikan memilah dan memilih apakah aspirasi itu akan diakomodir atau ditindak lanjuti oleh parpol itu apa tidak melalui petugas-petugas parpol termasuk DPR, Bupati, Gubernur dll,” imbau Sukmajati.

Betapa penting strateginya kedudukan, fungsi, dan peran dalam parpol terutama dalam sistem demokrasi. Beliau berharap, acara ini menjadi momentum khususnya halayak muda untuk mendorong perubahan Politik terutama partai politik sendiri kedepanya.

“kepencayaan publik termasuk generasi muda saat ini masih rendah terharap politik kita, sehingga ini menjadi momentum besar untuk mendorong transformasi, reformasi ataupun modernisasi kedepannya salah satu caranya adalah melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. “tutupnya. **(Ard/Ibnu