Tajam News

369 Catar Ikuti Tes Rikpil, Brigjend.Sudarsono: 119 Catar Akan Pulang Jika Kalah Bersaing

Wakapolri Komjen.Pol.Ari Dono Sukmanto memimpin pelaksanaan Rikpil (Pemeriksaan Penampilan) Catar Akpol TA 2019

Semarang, mediatajam.com – Proses rekrutmen calon taruna Akademi Kepolisian (catar Akpol) TA 2019 memasuki tahap pemeriksaan penampilan (Rikpil) tingkat pusat di Gedung Serbaguna Pancasila Akpol Semarang pada Jumat 26 Juli hingga Sabtu 27 Juli 2019.

Rikpil Catar Akpol T.A 2018 ini dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen.Pol.Ari Dono Sukmanto didampingi oleh Kalemdiklat Polri Komjen.Pol Arief Sulistyanto , As SDM Polri.Irjen.Pol.Dr.Eko Indra Heri,Karo Dalpers SSDM Polri Brigjen.Pol.Sudarsono, Irwasum Polri, Karo Provost, Gubernur Akpol serta para Katim yang ditunjuk dalam proses penerimaan tersebut.

“369 catar ini masih akan bersaing karena jumlah yang akan diterima berdasarkan kuota terima yang telah ditetapkan sebanyak 250 orang, dengan perincian 220 taruna dan 30 taruni. Mereka harus benar-benar bersaing dan tahun ini begitu ketat persaingannya”, terang Brigjen.Sudarsono selaku Waka Panpus dalam proses seleksi Catar Akpol TA 2019 ini.

Sudarsono menambahkan, ada beberapa item yang dinilai oleh para pemimpin Polri dalam Rikpil ini mulai dari cara mereka bicara,sikap tubuh hingga saat para catar berjalan.

“Semua dilihat mas, mulai dari wajah raut muka tampilannya apakah cantik simpati dan wajar, terus juga postur tubuh apakah itu kurus atau gemuk, selanjutnya sikap mereka berdiri apakah ada kelainan seperti bungkuk dan miring berikutnya suara juga kita cek apakah lantang dan jelas dalam berbicara atau cedal. Juga cara mereka bicara karena ada pertanyaan dari pimpinan apakah bisa menjawab dengan baik apakah mereka gugup, serta sikap saat dia berjalan tegap”, tambahnya.

“Besok hari Minggu pada pemulangan tahap IV ada 119 catat yang harus pulang karena lolos tapi tidak terpilih, ini berkaitan dengan unggul kompetitif karena memang yang kita ambil adalah rangking 1-250. Namun kita memberi kesempatan bagi mereka yang lolos tapi tidak terpilih untuk bisa langsung ikut pendidikan Bintara di Polda masing-masing.Jadi saya berharap para orang tua mereka besok pada saat pemulangan akhir bisa hadir, untuk segera menentukan apakah bagi yang tidak terpilih mau ikut Bintara atau akan mengulang tahun depan”, tegasnya.

Seluruh rangkaian proses telah dilaksanakan dengan Prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis), karena profesionalisme Polri dapat terwujud dimulai dari proses rekrutmen anggota polri yang baik. “Ini dimaksudkan untuk memenuhi harapan masyarakat yang membutuhkan polisi dengan sikap ramah dan lemah lembut dalam pelayanan serta tegas dalam penegakan hukum dapat tercapai”, pungkasnya.**sefrin ibnu