Tajam News Hukum

Sebelum Meregang Nyawa, Edo Ngaku Dipalak Rp.2 Juta Dalam Rutan

REMBANG,Mediatajam.Com – Endang Purwanti ibu korban kepada puluhan wartawan mengatakan, sejak anaknya ditahan tiga minggu lalu dirinya sering berhubungan via telepon. Melalui sambungan telepon , korban kerap mengeluh kepada ibunya jika ia mendapatkan tindak penganiayaan.

“Saya sering telfonan sama anak saya. Dia sempat minta uang Rp 2 juta, kalau tidak segera dibayar nanti anak saya dihajar.

Saya juga sempat dibilangin jangan sampai lapor polisi, kalau lapor nanti anak saya dibunuh. Malahan ini tiba-tiba sudah dalam kondisi seperti ini,” terangnya saat ditemui di kamar mayat RSUD. Jumat (27/4).

Endang pun menunjukkan bukti pesan singkat dari anaknya yang memohon meminta kiriman uang agar tidak dianiaya.

“602801017528532 ki nmr rkninge.ndang nyango rijko.kro iin. Ma angkten.moto q gk ketoj gae moco.mari di ajar q,” tulis korban kepada ibunya dalam pesan singkat yang diterima sesaat sebelum korban masuk rumah sakit pada hari Sabtu (21/4/18) lalu.

“Kondisinya memang saat itu memprihatinkan, mata kana kirinya lebam, wajahnya itu lebam-lebam. Terus katanya lehernya belakang ini patah,” kata Endang.

Sementara itu Kepala Rutan Ruspriyanto saat dikonfirmasi terkait adanya uang iuran tersebut membantah

“Tidak ada iuran yang bersifat memaksa kalau masalah air minum memang agak susah pak, di rutan rembang memang harus beli tapi kan gak begitu mahal pak. Ya katakan kamar besar gitu ya iuran seribuan kah dua ribuan kah.

Itupun katakanlah ada yang punya uang, ada yang tidak punya uang juga kan, musyawarah gitu lho,” ungkapnya .**Hasan Yahya