Peristiwa

Cawali Makassar Appi_Cicu Kalah Lawan Kotak Kosong

Makassar,Mediatajam.com – Berita menghebohkan dari masa pencoblosan Pilkada Serentak Rabu (27/6/2018) datang dari ibu kota makassar Sulawesi Selatan.

Berdasarkan perhitungan cepat ( quick count) beberapa lembaga survei pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota makassar calon tunggal Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu) kalah dari kotak kosong.

Fenomena memalukan sepertinya bakal terjadi pada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar 2018, Pasalnya calon tunggal Walikota dan Wakil Walikota Makassar, Munafri Arifuddin dan Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) tampil dengan sangat memalukan setelah kalah dari kolom kosong.

Dalam keterangan resminya, Direktur Lembaga Celebes Research Center (CRC), Herman Heizer mengatakan, pada pemilihan Kepala Daerah di Kota Makassar 2018 kali ini. Untuk pertama kalinya kotak kosong mempermalukan kandidat calon tunggal (Appi-Cicu).

Kekalahan calon kandidat itu berdasarkan temuan lapangan Quick Count Pemilukada 2018. Dari hasil temuan itu Calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar, Munafri Arifuddin – Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) kalah dari kolom kosong dengan memperoleh surat suara 46,55 persen, sementara kolom kosong mendapat surat suara sebanyak 53,45% dengan data masuk: 86 persen serta jumlah partisipasi pemilih: 59 persen.

“Dari hasil temuan Quick Count dilapangan sudah dapat dipastikan yang menang pada Pilkada Kota Makassar adalah kolom kosong,” kata Herman Heizer saat menggelar pres rilis di Sheraton Hotel Kota Makassar, Rabu (27/6/2018) malam.

“Hasil temuan ini surat suara ini kita dapatkan dari 200 Tampat Pemungutan Suara (TPS) se-Kota Makassar,” sambungnya.

Herman Heizer juga mengungkapkan, kekalahan calon kandidat, Munafri Arifuddin – Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) itu terjadi setelah calon Kandidat nomor dua, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto – Indira Mulyasari Pramastuti (DIAmi) digugurkan dengan cara didzholimi oleh sejumlah oknum.

Sehingga mayoritas masyarakat Kota Makassar pendukung pasangan yang digugurkan (DIAMI) itu, berbondong-bondong mengalihkan dukungannya kepada kotak kosong.

“Saya kira ini tidak terlepas. Karena umumnya masyarakat yang memilih kolom kosong adalah pendukung Danny Pomanto,” tandasnya.**wa