Tajam News

Sepekan Tak Bisa Beli Solar Nelayan Perahu Kecil Rembang Tak Bisa Melaut

REMBANG ,Mediatajam. Com- Hampir sepekan ini nelayan perahu kecil yang ada di kawasan Desa Banyudono Kecamatan Kaliori tak bisa berangkat melaut .Pasalnya tak bisa membeli bahan bahan bakar solar untuk mesin tempel perahu Akibatnya para nelayan tersebut menganggur

Ketua kelompok nelayan kecil perahu mesin tempel Ngatemin kepada wartawan mengungkapkan nelayan tidak bisa membeli solar di SPBU sejak satu minggu terakhir.

“Kita sudah tak melaut sejak seminggu ini. Dan di saat akan membeli solar inipun tolak tanpa memberikan penjelasan tersendiri. Sehingga kita bingung,”katanya.

Sementara itu, saat disinggung mengenai pnolakan pembelian solar, ia mengutarakan bahwa rata rata SPBU mengungkapkan penolakannya terhadap nelayan.

“Kita sudah mencari di SPBU selain Banyudono ini, hasilnya juga sama. Yakni ditolak. Dan ini sudah ketoga kali kejadian seperti ini. Terakhir pada tahun 2017 lalu,”paparnya.

Selain Banyudono, para nelayan di desa lainnya juga sama. Yakni tak bisa melakukan pembelian bahan bakar solar untuk melaut.

“Selain Banyudono ada Pacar, Gegunung Wetan, Gegunung kulon. Namun saat ini akan kita koordinasikan dengan nelayan lain. Jika tak bisa membeli tentunya kita akan menggelar demo,”bebernya.

Di sisi lain, Perangkat Desa Banyudono Doni Sara mengutarakan jika pihaknya sudah mendatngi Dinas Kelautan untuk mempertanyakan hal ini. Namun pihak Dinas justru belum mengetahui hal itu.

“Saya sudah mendatangi Dinas Kelautan pada Senin (20/8/2018) ini. Mereka malah belum tahu sulitnya nelayan membeli solar di SPBU,”ungkapnya.

Di suatu sisi, kedatangannya ia ke Dinas Kelautan tersebut diberikan adahan supaya para nelayan bisa mengumpulkan surat surat administrasi perahu atau Pas. Sehingga nantinya akan diajukan untuk mendapatkan surat rekomendasi pembelian solar.

“Tadi disuruh mengumpulkan surat perahu atau PAS. Setelah dikumpulkan nantinya akan diajukan mendapatkan surat rekomendasi untuk pembelian solar,”bebernya.

Hanya saja, pihaknya atau para nelayan tak diberikan kepastian mengenai hal itu kapan akan diturunkan surat rekomendasi tersebut.

“Kita juga tak diberikan jawaban kapan akan diterbitkan surat rekomendasi itu. Hanya saja, Dinas bilang bahwa surat rekomendasi itu bisa digunakan selama dua minggu, setelah itu bisa diperpanjang lagi. Berhubung kebutuhan nelayan itu banyak, maka saya tawar apakah rekomendasi itu bisa sampai satu bulan?. Namun mereka tak bisa menjawab, hanya saja bilang akan diajukan. Namun diajukan kapan kita juga belum tahu,”urainya.

“Yang jelas belum ada sosialisasi mengenai sulitnya pembelian solar kepada para nelayn. Dan jika arahan untuk mengumpulkan PAS atau administrasi perahu untuk mendapatkan surat rekomendasi pembelian solar tidak dilanjuti maka kita akan berkoordinasi dengan nelayan lainnya,”pungkasnya.

Sementara itu, salah satu Staf SPBU Banyudono yang enggan menyebutkan namanya mengutarakan bahwa SPBU ini memang sudah tidak melayani penjuakan solar bahi nelayan.

“Sudah satu mingguan tidak menjual solar ke nelayan. Rata rata nelayan kecil. Jika ingin membeli ya ke SPBN saja. Sebab SPBU ini untuk kendaraan darat. Dan ini sudah merata di seluruh Jawa Tengah,”pungkasnya.

Perlu diketahui, untuk kebutuhan solar bagi nelayan kecil satu harinya menghabiskan sekitar 20 hingga 30 liter solar. Di mana mereka biasanya akan berangkat melaut mukau pukul 04.00 WIB sampai tengah hari. (Hasan Yahya)