Semarang.Mediatajam.Com.Komisi B DPRD Jateng Ahsin Makruf menyatakan,terkait kesejahteraan maupun memulyakan Petani di Jawa Tengah saat ini masih ada setidaknya tiga isu krusial yang di hadapi oleh para petani ,untuk itu perlu adanya peran semua pihak untuk menyelesaikanya,yang pertama tentang lahan kedua pengolahan lahan dan ketiga paska panen.
“Terkait lahan,Kita tau yang terbesar di kuasai oleh Negara BUMN ,di Jawa tengah garapan yang paling besar itu Perhutani yang kedua PTP baru nanti ke Masyarakat ,setelah di masyrakat nanti ada dua hal kelompok kapital besar yang menguasai lahan-lahan milik Masyarakat artinya orang perkotaan yang berduit sudah mulai menguasai tanah di hampir semi perkotaan dan pedesaan.” Kata Ahsin dalam Prime Topik yang di siarkan langsung Radio MNC Trijaya Fm di Noormans Hotel Semarang dengan tema’Memuliakan Petani’.Senin (24/9/18).
Menurut Ahsin,hal tersebut di temukan ketika Ia bertemu para kelompok tani di berbagai daerah di Jawa Tengah ,di sana kata dia petaninya kebanyakan tidak menggarap lahanya sendiri namun mengarap lahan milik orang perkotaan .
“Termasuk saya datang ke bandungan itu di bawah gedung songo ternyata lahan yang mereka garap bukan milik petani asli yang ada di situ, lahan –lahan sudah bergeser ke masyarakat yang berduit yang ada di sana jadi petani kita petani penggarap kebanyakan ,selanjutnya di samping itu kita juga melihat bahwa rencana tata ruang kita ini sudah kalah terdesak pertanian dengan sektor perumahan dan sektor Industri .”bebernya .
Untuk itu dengan adanya kata-kata memulyakan petani ini tambah Ahsin,di harapkan bisa menjadi rujukan masukan oleh Gubernur Jateng saat membuat roadmep lima tahun kedepan dalam rangka memulyakan petani. “jadi nanti ada kata –kata memulyakan petani di Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) kita , kalau sejahtera nampaknya masyarakat sudah jenuh maka dengan nanti mengambil kata memulyakan petani, Insya Allah kita Berdo’a bersama lima tahun kedepan petani Jawa Tengah betul-betul mulya.”ujarnya.
Di tempat yang sama Kepala Balai Mutu Hasil Pertanian dan Perkebunan Jateng Ir.Heru Tamtomo mengatakan,dari tahun ketahun terkait pangan terutama beras produsi di Jawa Tengah terus mengalami peningkatan sekalipun ada masalah terkait lahan namaun pihaknya bisa mengejar melaui peningkatan indek pertanaman .
“Artinya dengan perbaikan irigasi biasanya tanam padi satu kali ini bisa dua kali ada yang dulunya beresiko kekeringan sekarang menjadi lebih aman produksinya ,jadi ada penambahan indek pertanaman padi di kita .”jelas Heru.
Selain itu tambah heru ,juga ada peningkatan Intensifikasi artinya penggunaan benda yang lebih bagus,cara budi daya yang lebih bagus sehingga di harapkan akan meningkatkan produktifitas,untuk menutupi kekurangan hasil akibat dari alih fungsi lahan.
“Jadi itung-itunganya ternyata selama dua tahun ini kita naik terus produksinya meskipun tadi ada pembangunan jalan tol ,industri,dan ada pembangunan perumahan alhamdulillah berkat kerja kita bersama Jawa Tengah cukup lebih bahkan kalau itu di kosumsi oleh masyarakat kita sendiri .”pungkasnya.**(Tomo)




