REMBANG,Mediatajam. Com – Deklarasi Pemilu Damai, Bersih dan Bermartabat mengundang gelak tawa dan kagum para undangan.
Pasalnya, dalam acara yang digelar oleh Bawaslu Kabupaten Rembang di Pendapa Museum Kartini, Senin (1/10) tersebut selain dilakukan penandatanganan seluruh ketua Parpol, Polri, TNI dan instansi terkait ini disuguhkan wayang kulit yang menceritakan “Demokrasi Belantara”.
Di mana, kesenian tradisional yang didalangi oleh Ki Supriyadi ini menceritakan pemilihan pemimpin di wilayah hutan. Khususnya yang berkawasan lautan, rawa rawa dan semak blukar.
Dalam alur cerita itu, Singa sebagai raja hutan, di wilayahnya yang ia pimpin akan menghadapi pemilihan pemim. Khususnya di kawasan rawa rawa dan lautan.
Sehingga ia mencari tokoh untuk dijadikan panitia pemilihan yang dianggap jujur, adil dan cerdas. Tak ayal, ia pun memilih sang kancil untuk ditunjuk sebagai panitia pemilihan umum. Mengingat kancil dikenal sebagai hewan yang mempunyai kecerdasan tinggi.
“Ini Gebang Kinata wilayah barat yang meliputi rawa rawa dan laut lepas akan mengadakan pemilihan pemimpin. Sehingga Kancil ditunjuk sebagai pimpinan proses pemilu demokrasi. Sebab dia didikenal cerdas dan lainnya,”kata sang dalang saat menceritakan sang singa sebagai Raja Hutan Gebang Kinata gebang.
Sementara itu, di sekumpulan penghuni Gebang Kinata lainnya yang berada di kawasan Srigala mendengar adanya waktu pemilu tersebut. Sehingga gerombolan srigala itu menunjuk seekor kerbau untuk maju mencalonkan diri sebagai pemimpin. Sehingga nantinya di saat menjadi pemimpin, sang srigala dapat mengatur pemerintahan dari balik layar.
“Hai, kerbau kamu mencalonkan diri. Kalau tak mau nyalon, maka akan saya musnahkan keluargamu semua,”pesan Srigala saat diceritakan sang dalang.
Setelah itu, ada beberapa hewan yang sudah mebdaftarkan diri kepada sang kancil untuk menjadi calon pemimpin.
“Saat ini sudah ada tiga calon diantaranya yakni ular, babi dan kerbau,”beber sang kancil selaku ketua panitia pemilu di negara Gebang Kinata.
Waktu terus berjalan, akhirnya hari pencoblosan dan penghitungan suara pun tiba. Dan akhirnya sang panitia pemilu mengumumkan hasilnya masing masing.
“Calon pemimpin di Gebang Kinata yang berasal dari ular sebanyak 350 suara, Babi 210 suara, kerbau 19 suara, dan abstain atau tidak hadir dalam memilih ada 50 suara. Sehingga Ular terpilih jadi pemimpin,”ungkap sang dalang dengan disambut gelak tawa para tamu undangan.
Pemilihan umum yang berjalan lancar dan kondusifpun berakhir. Namun apa daya, sang kerbau yang dicalonkan gerombolan srigala justru diancam bahkan akan dibunuh.
“Kamu bodoh, tak bisa memenangkan pemilihan ini. Akan akau musnahkan keluargamu di muka bumi ini,”ucap Srigala saat diceritakan dalang.
Saat itu pula, kejadian pengancaman itu diketahui oleh sang burung gagak. Dan akhirnya dilaporkan kepada sang raja singa untuk diamankan dan dikondusifkan insiden itu. Sehingga sang kerbau tidak jadi dimakan dan dimusnahkan oleh segrombolan srigala yang dianggap licik dan suka mengatur dan menekan tersebut.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang Totok Suparyanto saat memberikan sambutan mengatakN bahwa acara deklarasi ini diikuti secara serentak 35 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah dengan anggaran APBN.
“Terimakasih atas kehadiran para pimpinan parpol, siswa siswi, mahasiswa, oraganisasi, wartawan, KPU, muslimat, wakil Bupati Kapolres dan pak dandim, acara ini dilakukan serentak 35 kabupateb kota dengan anggaran APBN,”paparnya.
Di sisi lain ia mengutarakan bahwa Demokrasi ini merupakan cara yang disepakati untuk memimpin negara Indoneisa, suapaya pemilu berjalan damai.
“Deklarasi damai ini untuk menuju bermartabat, bersih, penghitungan dapat berjalan dengan undang undang berlaku,”ujar dia.
Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto dalam sambutannya mengungkapkan Mendeklarasikan pemilu damai bersama sama terkait pileg, pilpres bersih bermartabat, untuk indonesia lebih baik khsusunya kabupaten rembang.
“Saya memberikan apresisis kepada Bawaslu sebab sudah menjadi inisiator, leading sektor untuk memberikan sosialisasi, arahan kedewasaan politik akan lebih baik lagi,”bebernya.
“Semua ingin tujuan baik, semua menjadi caleg yang baik Tapi mereka mempunyai caranya berbeda. Dan orang jawa itu harus Sak iyek sak eko proyo. Kolo bis kuntul baris,”
Sementara itu ia jug berharap supaya nantinya pemilu ini bisa memberikan hal yang baik bagi masyarakat.
“Harapan kami dari pemkab, yakni tak bisa sendiri, kita bergerak bersama, memulai koordiansi melibatkan semaua pihak terkait. Selalu setia turun ke bawah sosialisasi, berkoordinasi dan menciptakan kondusifitas yang baik di wilayah masing masing,”pungkasnya.(Hasan Yahya)




