Smarang.Mediatajam.Com.Anggota Komisi D DPRD Prov Jateng Moch Ichwan menilai ,saat ini keberadaan terminal di Jawa Tengah masih ada beberapa permasalahan di antaranya masih adanya penggunakan lahan PT.KAI,lahan bondo deso dan juga yang milik pemkab setempat.
[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]
“Ada 24 terminal yang di serahterimakan dari pemkab ke- pemrov itu di sana sini masih banyak permasalahan belum bisa berjalan apa yang kita harapkan, namun demikian kami optimis pada saatnya nanti setelah kita mengadakan kunjungan ke berbagai terminal yang kami datangi bisa segera menjadi perhatian pemerintah Provensi yaitu Revetalisasi.”jelas Ichwan dalam dialog bersama parlemen Jateng yang di siarkan langsung MNC Trijaya FM di Gets hotel Semarang Rabu (17/10/18).
Di jelaskanya,dari data yang Ia miliki di Jawa tengah ini ada sembilan dari 24 terminal yang masih layak ,sisanya ada 12 yang kurang layak dan ada 4 terminal yang sangat kurang layak .untuk itu kata dia di perlukan kesiapan personil yang memadai maupun SDM yang ada di setiap terminal sehingga nantinya di harapkan ada pembenahan dari sisi manusia dan Inspratrukturnya.
“Saya kira semua harus di benahilah terutama dari segi Inspratrukturya agar termnal itu nyaman untuk di singgahi bus dan para penumpang,”harapnya.
Kepala Dinas Perhubungan Jateng Satriyo Hidayat,membenarkan apa yang di sampaikan oleh Anggota dewan Komisi D DPRD Prov Jateng ini,menurutnya saat ini memang ada 9 dari 24 terminal yang masih bermasalah salahsatunya memang masih menggunakan tanah PT.KAI namun kata dia sudah ada beberapa tempat yang di sewa .
“Benar ada Sembilan terminal yang masih bermasalah,tiga tempat menggunakan tanah milik PT.KAI namun sudah ada beberapa tempat sudah kita sewa karena aset milik itu boleh sewa, dan yang ke dua milik bondo deso juga sudah kita lakukan sewa karena memang titiknya itu bagus untuk menaik turunkan para penumpang kemudian ada empat yang tanahnya tidak di serahkan oleh pemerintah kabupaten.”tutur Satriyo.
Untuk itu tambah satriyo,kedepan dari 24 terminal di Jawa Tengah yang tidak efektif ada sekitar 2-3 terminal yang sudah di pikirkan untuk segera di degradasi.”Seperti di Nampurejo itu menggunakan tanah bondo deso tapi bus yang mampir hanya bus Akap pagi dua sore dua AKDP nya hampir tidak ada, kemudian terminal di Suronegaran ini lokasi terminalnya tanah PT.KAI sekarang di gunakan pasar .”bebernya.
Dari hasil kajian Studi tambah Satriyo,Jawa tengah ini masih butuh 11 lagi terminal di antaranya di Cilacap,Kendal,Rembang,Pati ,Jeporo .”termasuk di Banyumas itu ada tipe A namun kita butuh agak ke pinggir seperti di Ajibarang atau di sumpyuh sana ada terminal yang lain namun kata kuncinya di dalam terminal tipe A dia harus ada pelayanan tipe B dan pelayanan tipe C di dalam terminal tipe B. dia harus ada pelayanan tipe B dan Tipe C karena angkutan lanjutanya harus ada.”ungkapnya.
Selain itu ,dengan keterbatasan alokasi anggaran yang ada untuk membuat inspratuktur dan pelayanan maksimal Dishub Jateng mengaku telah melakukan sejumlah perbaikan-perbaikan seperti perbaikan landasan,mengecat ulang hingga melakukan perencanaan.
“Dengan keterbatasan dana yang ada maka yang kita selesaikan dulu yaitu di pupuri supaya terminalnya dari luar kelihatan bersih kedua landasanya harus kita perbaiki supaya bus mau masuk,kalau landasan njeglong-njeglong bus enggan masuk dan fungsi terminalnya menjadi hilang ,”pungkasnya.**(Tomo)





