BLORA,Mediatajam. Com – Lilik Yuliantoro warga Jl.A Yani Kelurahan Ketangar Kecamatan Karangjati Kabupaten Blora menggelar aksi tunggal jalan kaki Blora – Jakarta Aksi dimulai dari Kantor DPC PDIP Blora Jl.Raya Blora – Cepu,
Rabu (21/11).
Aksi pemuda berusia 25 tahun itu dilakukan untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka.Dalam aksi itu Lilik yang mengenakan pakaian serba merah, bercelana jeans warna biru dan tas ransel warna hitam dilepas langsung oleh ketua DPC PDIP Blora, Dasum bersama jajaran struktural
Sebelum melepas Ketua DPC PDI Blora Dasum berpesan kepada Lilik untuk selalu berhati-hati selama perjalanan. Selain itu Ia juga mendoakan agar harapannya bertemu dengan Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan seribu aspirasinya bisa terwujud.
“Kami apresiasi aksi beliau. Ini sebagai wujud anak muda yang penuh semangat. Saya hanya berpesan selalu hati-hati selama di jalan, mudah – mudahan harapannya membawa seribu aspirasi masyarakat bisa terwujud dan bisa bertemu langsung dengan pak Jokowi”,ungkapnya
Sementara itu, Lilik mengaku tidak ada persiapan khusus untuk menjalankan aksinya tersebut. Ia mengaku aksi tunggal jalan kaki ini merupakan idenya sendiri dalam menyerap aspirasi masyarakat untuk mendukung Joko Widodo kembali jadi presiden
“Saya akan merajut aspirasi dari masyarakat mulai dari Tukang becak, Pedagang, Nelayan, dll. Saya akan merajut minta aspirasi satu per satu untuk saya bawa ke Istana, ke Pak Jokowi untuk melanjutkan satu periode lagi. Satu tekad satu tujuan utk membangun negeri,”ungkapnya kepada wartawan di tepi jalan raya Blora – Jepon.
Saat disinggung persiapan dan bekal apa saja yang dibawa Lilik mengaku, selama perjalanan tidak banyak bekal yang ia bawa hanya 3 potong baju, satu botol minuman serta satu pack kertas putih polos.
“Saya hanya bawa 3 baju untuk ganti sama minuman dan kertas HVS putih untuk diberikan ke warga agar menuliskan aspirasinya buat pak Jokowi .Untuk sampai ke Jakarta, saya akan melakukan perjalanan sejauh hampir 600 kilometer selama 22 hari.
“Pokoknya jalan terus, tanpa henti, hujan saya juga akan tetap jalan, seperti yang saya lakukan saat menemui pak Ganjar di Semarang dulu”, tandasnya (Hasan Yahya)




