Tajam News

Antisipasi Perpecahan Ditahun Politik , Asosiasi Nelayan Rembang Gencar Sosialisasi Anti Hoaxs

REMBANG,mediatajam.com- Ketua Asosiasi Nelayan Dampo Awang Bangkit Rembang Suyoto beserta seluruh jajaran pengurus meminta komitmen terhadap Capres Cawapres baik nomor urut

01 Jokowi Ma’ruf Amin maupun
No Urut 02 Prabowo – Sandiaga Uno

Permintaan komitmen tersebut disampaikan tokoh nelayan Cantrang Suyoto seusai acara sosialisasi tangkal hoax dan ajakan kepada ratusan nelayan untuk mengawal Pileg serta Pilpres agar berjalan aman damai dan kondusif di TPI Tasik Agung Rembang Minggu (20/1/2019)

Dalam kegiatan yang digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) tersebut Suyoto mengajak kepada seluruh nelayan di Rembang untuk bisa menghadapi tahun politik baik Pemilihan DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPD, DPR RI bahkan Pilpres dengan damai dan aman.

“Kita selalu mengimbau mepada ketua paguyuban nelayan yang nantinya dapat disalurkan kepada anggota sehingga dapat menciptakan pemilu dengan baik, damai dan tanpa anarki,”kata dia..

Sementara itu, ia juga membeberkan jika seluruh ketua paguyuban diimbau untuk selalu mewaspadai berita bohong Sehingga nantinya pesta demokrasi dapat berjalan mulus.

“Alhmdulillah dari pihak Pemkab, maupun jajaran keamaan baik Polisi, TNI bersama nelayan mendukung dan berusaha menciptakan kondusifitas yang baik,

Tak hanya mengenai kondusifitas para seluruh nelayan, para pekerja pencari ikan ini juga meminta komitmen terhadap capres yang nantinya akan bertarung di pemilu pada bulan April 2019 mendatang.

“Calon Presiden harus berkomitmen terhadap keberadaan Cantrang yang lama masih menggantung dan belum terselesaikan,”pinta dia.

Kemudian, ia juga mengutarakan jika nantinya siapapun yang menjadi Presiden, bahwa orang tersebutlah yang bakal mengatur aturan di Indonesia ini. Termasuk para nelayan.

“Kita tak memihak siapapun. Mengingat Pemilu ini bersifat Langsung Umum, Bebas dan Rahasia (Luber). Dan jika mereka (salah satu) terpilih, nelayan cantrang harus diperhatikan (nasib)nya. Jangan dilarang,”harapnya.

Dengan adanya permintaan seperti itu, nantinya nasib ribuan awak buah buah kapal maupun masyarakat lainnya yang memang menggantungkan pekerjaan dari melaut dapat tercukupi perekonomiannya.

Selain itu ia juga menjelaskan permintaan komitmen itu dilakukan karena hingga saat ini keberadaan cantrang dinilainya masih menggantung. Mengingat saat ini pihak pemerintah belum mengeluarkan aturan secara resmi terhadap pelegalan cantrang tersebut.”pungkasnya (san)