REMBANG ,mediatajam.com – Seorang janda warga Desa Sridadi Kecamatan Rembang bernama Sulasmi (67) mendapat bantuan satu unit rumah yang terbuat dari bata interlock atau bata kait dari PT. Semen Gresik Senin (28/1/2019).
Sebelum menerima bantuan dari PT Semen Gresik rumah milik Sulasmi sebelumnya ludes terbakar akibat arus pendek atau korsleting yang terjadi pada bulan November 2018 lalu
Kepala Biro Humas dan Bina Lingkungan PT. Semen Gresik, Kuswandi menjelaskan bantuan rumah yang terbuat dari bata interlock tersebut merupakan produk terbaru yang dikeluarkan oleh PT. Semen Gresik.
Menurutnya bata interlock tersebut memiliki sejumlah keunggulan, dibanding dengan bata pada umunya. Selain dapat menghemat material bangunan dan proses pembuatan rumahnya selesaj cepat ,juga tahan gempa.
“Memasang bata interlock ini seperti masang lego, satu sama lain saling terkait. Dengan tekhnologi ini, harapannya masyarakat mengenal dan mau membeli produk terbaru kami,” harapnya
Sementara itu Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto yang turut hadir dalam serah terima proyek uji coba pembangunan rumah dengan menggunakan bata interlock gagasaan PT. Semen Gresik di Desa Sridadi, pada Senin (28/1/2019) sore, mengapresiaisi inovasi produk tersebut.
Menurut Wakil Bupati Bayu,
PT. Semen Gresik telah banyak memberikan perhatian terhadap kondisi sosial di Kabupaten Rembang , melalui program pemberdayaan masyarakat, penanggulangan rumah tak layak huni, serta program pendidikan.
“Saya tidak memuji PT. Semen Gresik, tapi pembangunan rumah milik Mbah Sulasmi ini (Korban kebakaran, red) yang terbakar beberapa bulan lalu ini sebagai bukti ,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam waktu dekat program yang sama juga akan dilakukan di Kecamatan Sarang. Yakni pembangunan terhadap empat unit rumah yang sudah tidak layak huni.
Hal itu menindaklanjuti masukan dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin yang juga asli Warga Kecamatan Sarang .(san)


