REMBANG,Mediatajam.com – Kapolda Jawa Tengah Irjend Pol Condro Kirono bersama Pangdam IV/Diponegoro yang diwakili oleh Kasrem 073 Makutarama Letkol. Inf Heri Santoso meresmikan perumahan Kartika Bhayangkara Residence di Desa Kabongan Kecamatan Rembang
Peresmian ratusan perumahan bagi TNI , Polri dan Sipil pagi itu berada di dua titik. Diantaranya yakni di Desa Jeruk dan Desa Kabongan Kecamatan Rembang
Irjen Pol Condro Kirono menjelaskan dari 39 ribu anggota Polisi di Jawa Tengah, 27 ribu diantaranya belum memiliki rumah pribadi rata-rata masih mementingkan kontrakan,
“Al Hamdulillah , hari ini saya bisa hadir dalam peresmian . Perumahan ini tidak hanya untuk Polri saja. Melainkan juga bisa untuk TNI maupun masyarakat lainnya,”kata dia di perumahan Kartika Bhayangkara Residence, Senin (11/2) siang.
Lebih lanjut Kapolda jelaskan untuk di wilayah Jeruk yakni Perumahan Bhayangkara Residence berjumlah 80 unit yang sudah siap dihuni. Sedangkan di wilayah Kabongan Perumahan Kartika Bhayangkara Residence berjumlah 50 unit.
“Peletakan batu pertama di sini (Kartika Bahayang Residence) itu sekitar 2016 saat waktu Magrib bersama Pak Kapolres lama (Sugiyarto) dan Pak Dandim dulu. Sayang ingat itu,”papar dia menceritakan.
Di suatu sisi, ia pun merinci jika anggota Polisi di Jawa Tengah saat ini yang belum mempunyai rumah pribadi masih sekitaran 27an ribu personil. Dan itupun mereka rata-rata masih mementingkan kontrakan, membeli sepeda motor maupun keperluan lainnya yang dianggaonya kurang begitu penting.
“Dari 39 ribu anggota, yang belum punya hunian ada sekitar 27 ribu. Sebenarnya, anggota polri maupun lainnya itu maunya (rumah) murah, ngontrak dan itupun harus dioprak-oprak (didorong). Dan rata rata mereka lebih menyukai untuk membeli motor, mobil dan sejenisnya,”bebernya.
Kemudian, ia juga menyinggung bahwa misalkan sertifikat sudah keluar dan nantinya akan digadaikan di bank, pihaknya mengimbau supaya bisa mengkalkulasi dengan benar sesuai pengeluaran dan pembayaran agunan itu.
“Misalkan sudah dapat sertifikat dan akan dibuat utang, maka harus ada usahanya. Selain itu juga dikalkulasi dengan baik. Mengingat pengeluran dan pembayaran agunan harus disesuaikam dengan besaran usaha,”imbaunya.
Sementara itu, perwakilan dari Pengembang sekaligus Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto mengutarakan jika gagasan pertama pembuatan perumahan Polri, TNI maupun masyarakat ini ketika presiden Jokowi mengadakan program satu juta rumah untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah atau menengah.
“Saat itu, beliau tidak hanya memikirkan pembangunan infrastruktur , tapi sandang pangan dan papan (rumah). Dan ketika Kementrian PUPR ada program 1 juta rumah, di situlah kita (Pemda, Pak Sugiyarto Kapolres lama Pak Darmawan Dandim lama) melakukan koordinasi dengan ijin Bupati,”urainya.
Kemudian dengan ide dan gagasan inilah lalu berkoordinasi dengan pihak perbankan guna memfasilitas terkait proses kepemilikan rumah tersebut.
“Al Hamdulillah, ide dan gagasan ini dijadikan sebagai pioner dan pilot project perumahan TNI, Polri, ASN maupun masyarakat se Indonesia. Dan perumahan inipun mendapatkan apresiasi langsung dari Pak Kapolri,”ungkap dia.
Setelah itu, para petinggi Polri dan TNI tersebut melanjutkan kegiatan dengan memberikan kunci dan sertifikat perumahan secara simbolis kepada Aiptu Widodo Ramelan serta membagikan bantuan sosial.
Tak ketinggalan, para pejabat tersebut juga turut memasuki hunain itu guna melihat kondisi isi rumah dengan didampingimpara Forkopimda Rembang.
Perlu duketahui, perumahan Kartika Bhayangkara Residence tersebut menurut rencana akan berlanjut. Dan pembangunan perumahan dengan total luas sekitar 6 hektare dan 3 hektare pada tahap pertama akan dibangun perumahan sebanyak 170an unit, bekerjasama dengan PT. Ndalem Tentrem. Kemudian, type perumahan adalah 40/101 dengan harga Rp 160 an juta.
Adapun material bangunan, yakni dengan pondasi batu kali, kerangka beton bertulang, dinding batu bata plester, plafon gypsum, kusen pintu dan jendela berupa angzdoor , daun pintu utama : angzdoor , daun jendela : alumunium, kerangka atap : baja ringan , genteng : genteng lokal, lantai : keramik 40x 40, kamar mandi keramik 20x 25 dengan kloset duduk tanpa pembilas, dapur meja : beton lapis keramik , kitchen zink dengan griil, sanitasi pipa PVC , sumber air bersih sumur bor, listrik 1.300 watt.
Sedangkan perumahan yang ada
di desa Jeruk Bhayangkara Residence dengan harga kisaran Rp. 125 jutaan lebih. (san)


