TUBAN,Mediatajam.com – Ratusan santri dari Jawa Tengah dan Jawa Timur mengikuti halaqoh kebangsaan kepemimpinan nasional di auala Rumah Makan Tugu Asri Sukolilo Bancar Tuban atau tepatnya di sebelah timur tugu perbatasan Jawa Tengah – Jawa Timur Minggu siang (3/3/2019).
Halaqah Kebangsaan kepemimpinan nasional yang digelar oleh Aliansi Santri Pendukung Jokowi-Maruf Amin itu dalam rangka memberikan perspektif fiqih dalam memilih pemimpin.
Adapun Narasumber dalam kegiatan tersebut antara lain
K.H. Muhamad Said Abdurrahim dan K.H. Roghib Mabrur dari Ma’hadul Ulum As Syarkiyah Sarang. Sebagai pembedah,
KH. Shoim Elam dari Cilacap
serta keynote speaker Taj Yasin Maimoen putra K.H. Maimoen Zubair yang juga wakil Gubernur Jawa Tengah
Pada kesempatan itu narasumber membahas buku pegangan berjudul “Memilih I.R. Joko Widodo – Prof. D.R. K.H. Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024 dalam Perspektif Fikih” dan “Lanjutkan Jokowi..! dalam Perspektif Fikih.”
Dalam sambutannya , Gus Yasin sempat menyinggung berbagai isu yang berkembang untuk menyudutkan pemerintahan Jokowi. Salah satunya yakni isu banyaknya tenaga kerja China di Indonesia, tak terkecuali di Jawa Tengah . Gus Yasin menerangkan, banyak di antara mereka yang bermasalah, sebagaimana tenaga kerja Indonesia yang di luar negeri.
Sementara itu narasumber dari Cilacap KH Soim Elam mengutarakan bahwa halaqoh ini sangat penting di gelar untuk memilih pemimpin sesuai perspektif fiqih .
“Ada banyak hal menarik yang terbahas dalam agenda ini. Salah satunya, mengenai AHWA atau ahlul halli wal aqdi serta kesetaraan pemilih dalan demokrasi. Bahwasanya, dalam memilih pemimpin sesuai fiqih, ada mekanisme AHWA yang dulunya diserahkan kepada MPR dalam pemilihan presiden. Seiring diubahnya Undang-Undang, AHWA diperluas menjadi setiap warga negara. Sementara, mengenai demokrasi, tidak ada perbedaan antara pemilih dengan latar belakang tukang becak ataupun kiyai. Hal itu diakui menjadi permasalahan fiqih tersendiri.
Meski begitu, terlepas dari segala permasalahannya, dua buku tersebut memuat hal-hal yang padat namun berisi, bahwasanya memilih pasangan Jokowi-Maruf Amin sudah sesuai dengan fikih. “terangnnya
Di satu sisi Abdul Ghofur Maimun yang hadir sebagai panelis mengiyakan jika halaqoh yang digelar ini merupakan salah satu cara untuk memilih pemimpin secara perspektif atau pandangan fiqih
“Insyaallah gabungan agamawan dan nasionalis ini bisa membawa Indonesia yang lebih baik,” tambahnya
Kesimpulannya, sebagaimana dipaparkan moderator, paslon 01 Jokowi-Maruf Amin dianggap paling memenuhi syarat secara fikih untuk dipilih. Dan, hukumnya fardhu ain untuk memenangkannya.
Di akhir acara, para narasumber dan seluruh peserta juga mendeklarasi dukungan kepada Paslon Capres Cawapres nomor urut 01.
Kemudian halaqoh tersebut mendapatkan komentar yang positif dari Tim Kampanye Nasional (TKN). Tak ayal, halaqoh ini juga bisa dijadikan bukti bahwa Jokowi tidak anti ulama. Sehingga tudingan upaya kriminalisasi oleh pemerintahan Jokowi terhadap ulama dapat terpatahkan.
Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokwi-Ma’ruf Arwani Thomafi mengutarakan dukungan ulama dari dua wilayah ini telah merepresentasikan mayoritas ulama di pulau Jawa.
“Tentunya kami bersyukur atas dukungan dari ulama Jatim dan Jateng. Dukungan ini telah merepresentasikan separuh lebih ulama di Jawa,”beber dia.
Pria asal Lasem yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP PPP ini juga mengaku optimistis Jokowi-Ma’ruf bakal menyapu bersih suara khususnya dari dua provinsi Jatim dan Jateng umumnya seluruh pulau Jawa.
“Kami makin optimistis bakal menyapu bersih Jatim dan Jateng dan umumnya seluruh pulau Jawa,” tambah Arwani.
Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa dukungan ulama se Jatim dan Jateng tersebut sebagai tameng untuk menepis tudingan dan fitnah berupa mengkriminalkan ulama oleh pemerintahan Presiden Jokowi.
“Dukungan dari kiai Jatim dan Jateng menepis fitnah dan tudingan soal kriminalisasi ulama oleh Pak Jokowi. Bagaimana logikanya, beliau didukung oleh banyak ulama, tapi dituduh mengkriminalkan ulama,” cetus Arwani yang juga Ketua Fraksi PPP MPR.(san)


