Tajam News

Ngaji Bareng ,Dewan Syuro LSM Aliansi Tajam Berharap Seluruh Pengurus Optimalkan Potensi Masing- Masing

REMBANG ,mediatajam.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM ) Aliasi Tajam Rembang menggelar kegiatan ngaji bareng dengan tajuk “Aliansi Tajam Berdzikir” di ruang flamboyan hotel Fave Rembang Sabtu (1 Juni 2019)

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan anggota Aliansi Tajam Rembang beserta sejumlah tokoh sore itu berlangsung dengan khidmat.
Kegiatan ditutup dengan kirim doa untuk mendiang Ani Yudhoyono istri mantan
Presiden Indonesia ke-6 H Susilo Bambang Yudhoyono dan buka bersama

Dalam kesempatan itu Kiai Ahmad Sumardji Taslim yang didapuk sebagai penceramah mengatakan dengan terus eksisnya Aliansi Tajam Rembang, sama seperti adanya LBH (Lembaga Bantuan Hukum) diharapkan bisa terus memberi bantuan kepada orang lain yang benar-benar membutuhkan.

”Memberikan bantuan kepada orang susah, menjadikan lebih manusiawi, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat, itu harus terus dilakukan ” terangnya

Usai memberikan ceramah Kiai Sumarji juga langsung memimpin doa untuk mendiang Kristiani Ani Yudhoyono istri mantan
Presiden Indonesia ke-6 H Susilo Bambang Yudhoyono

Kyai Zaenal Arif, Dewan Syuro Aliansi Tajam Rembang menyatakan Aliansi Tajam merupakan wadah yang sangat bagus bagi masyarakat. Sebab, sumber daya manusia yang lengkap, potensi yang ada juga besar.

”Tinggal bagaiamana nanti, ke depannya itu bergantung anggota. Kalau punya komitmen untuk bisa memajukan Aliansi Tajam, insyaallah Aliansi Tajam akan bermanfaat bagi bangsa dan negara,” paparnya.

Kyai Zaenal menambahkan, target yang dicanangkan sebaiknya tidak usah muluk-muluk. Yang terpenting, Aliansi bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, Ketua LSM Aliansi Tajam Rembang Sunarto menyebut, di bulan Ramadan ini pihaknya ingin mengadakan kegiatan yang sifatnya kerohanian. Sehingga bisa mempererat silaturrahmi dan lebih meningkatkan keimanan.

”Selanjutnya diharapkan kinerja dan kekompakan itu akan terjalin,” paparnya.

Dalam waktu dekat, atau pada bulan Juni ini, pihaknya juga akan menggelar survei investasi di Rembang. Yakni investasi di sektor perikanan, infrastruktur, penambangan, pengadaan lahan, alih fungsi, pengalihan kawasan, dan penyerapan tenaga kerja.

Menurut Sunarto, investasi di Rembang rata-rata tidak sesuai dengan prosedur. Salah satunya, yakni perizinan yang belum lengkap tapi sudah beroperasi.

” Kita akan mencermati ke arah sana karena kita melihat bahwa investasi di Rembang ini rata-rata tidak sesuai dengan prosedur,” tambah dia. (san)