Tajam News

Mahasiswa Teknik Elektro Unika Kunjungi Industri PT. INKA Madiun

Semarang.Mediatajam.com.Sebanyak 48 mahasiswa dan dosen pendamping Program
Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Unika Soegijapranata melakukan kunjungan ke
Industri Kereta Api atau PT INKA (Persero) yang merupakan Badan Usaha Milik Negara
(BUMN) manufaktur kereta api terintegrasi.pada selasa(18/6/2019).

Hal tersebut juga di maksutkan sebagai
Wujut Dalam rangka mendekatkan diri jasa pendidikan tinggi pada dunia industri
yang sangat pesat perkembangnnya saat ini.

Pada kunjungan tersebut mahasiswa didampingi oleh
Ketua Program Studi Teknik Elektro Dr. Leonardus Heru Pratomo, ST., MT dan diterima  di
ruang AULA oleh Herlambang Eko Adi selaku Manager Keamanan disertai oleh tim teknik
dan Humas PT INKA (Persero).

“Bahwa kita bangsa Indonesia adalah bangsa yang pandai dan tidak
kalah dengan bangsa lain ini dibuktikan pada tanggal 18 Mei 1981, didirikan PT INKA (Persero)
adalah produsen kereta api terintegrasi pertama di Asia Tenggara. Berfokus menghadirkan
produk dan layanan berkualitas tinggi transportasi terbaik.”kata Herlambang Eko Adi selaku Manager Keamanan di ruang aula PT INKA.

Selain dioperasikan di Indonesia,
produknya telah menyebar dan beroperasi di banyak negara di dunia, seperti Bangladesh,
Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura dan Australia. Adapun produk tersebut berupa lokomotif,
kereta penumpang, kereta berpenggerak, Gerbong barang, kereta khusus serta produk
pengembangan.

Usai penjelasan di ruang aula, peserta diminta untuk mengunjungi pabrik kereta api yang total
luas lahan yang digunakan 22,5 ha dan tahun ini akan dibangun sebagai pengembangkan industri
tersebut di Banyuwangi.

Pada kunjungan dari satu devisi ke devisi yang lain terlihat kehebatan
PT. INKA ini terbukti dengan banyaknya pertanyaan dan penjelasan selama dari proses desain.

“Pengerjaan awal sampai dengan pengecatan dan pemasangan instalasi pendukung sampai dengan
pengiriman kepada negara pemesan maupun kebutuhan nasional. Rata-rata kereta api yang
dihasilkan perbulan mencapai tiga unit,”jelas Andri selaku tim teknologi.

Krismon mahasiswa peserta kunjungan menanyakan bagaimana PT. INKA dapat bersaing dengan
produsen kereta api dari negara lain, secara teknis maupun keunggulan di bidang perkeretaapin .

“Kita tidak ada tandingannya di Asia tenggara, tetapi kalau di Asia Korea, Jepang India dan China
maupun di Eropa kita mesti harus berjuang untuk memenangkan pasar meski itu sangat ketat
persaingannya. Oleh sebab itu pengembangan industri yang ada di Banyuwangi akan menjawab
kebutuhan tersebut.
Dalam hal karir dan bagaimana dapat bergabung di PT. INKA.”tambahnya.

Sementaara itu ,Leonadus Heru, selaku ketua program studi sangat berterima kasih pada PT.
INKA atas kunjungan tersebut, ia menangkap banyak hal baru dan penyesuaian di dunia industri
yang sejalan linier dengan jasa pendidikan utamanya teknik elektro Unika Soegijapranata.

“Tentu bagi alumni dan mahasiswa tidak perlu khawatir apa yang dibutuhkan industri sudah dapat
dipelajari di bangku kuliah tinggal penyesuaian dan pengembangannya,”tandas Leonadus Heru usai memberikan plakat kenang-kenangan.***(Tom/Hms).