Tajam News

Razia Tempat Kos , Satpol PP Pergoki Seorang Pria Sembunyi Dalam Lemari

REMBANG,Mediatajam.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Rembang menggelar raziak sejumlah rumah yang dijadikan kos-kosan oleh pemiliknya. Hanya saja, tempat kos tersebut menurut informasi yang digali di lapangan rata- rata dibuat hunian oleh wajah baru atau pendatang baru.

Tak ayal hal itu membuat petugas Sat Pol PP Rembang turun tangan untuk mengkoseknya. Apakah khawatirnya tempat sewaan hunian itu dijadikan aktivitas negatif dan sejenisnya.

Kepala Seksi Penegak Perda Satpol PP Rembang Nur Wanto saat dikonfirmasi membenarkan jika pada Rabu (19/6) pagi sekitar jam 08.30 WIB hingga sore jam 16.30 WIB pihaknya menjalankan razia di sejumlah kos-kosan yang ada di Rembang.

Hasilnya, dari pemeriksaan itu, ia mendapati penghuni dengan wajah baru. Di mana rata-rata mereka diduga bekerja di sejumlah warung kopi yang ada di kota garam ini.

“Kegiatan ini tentunya menindaklanjuti laporan dari warga masyarakat bahwa pasca libur lebaran idul fitri 1440 H di kos kosan banyak pendatang baru, dengan wajah baru,”kata dia menceritakan saat pemeriksaan di sejumlah kos-kosan.

Pria ini ditemukan sembunyi di dalam lemari saat petugas satpol PP melakukan razia.

Selain itu, dalam razia itu, ia berpatokan pada Perda No 2 pasal 15 tahun 2019 tentang ketertiban Umum.

“Di aturan itu terkait bahwa adanya kewajiban warga membawa KTP/identitas diri untuk sebagai pengenal,”ucap dia.

Dari data yang ada, pihaknya mengunjungi beberapa kos-kosan yang ada di Rembang. Seperti halnya Sidowayah, Tawangsari, Ngotet, Besi, Mondoteko, dan Magersari.

“Dari hasil itu, beberapa kos kosan didapati dan diamankan 16 orang dengan rincian sebagai berikut :

13 orang ber KTP, 3 tidak ada KTP (2 org KTP tidak dibawa, 1 orang belum ber KTP),”beber dia.

Di satu sisi, dari ke 16 orang tersebut ada 11 orang bukan warga Rembang alias pendatang baru.

“Setelah dilakukan pendalaman rata-rata mereka bekerja di warung kopi di kabupaten Rembang,”katanya.

Menurutnya, dalam pemeriksaan kos-kosan itu, pihak Sat Pol PP hanya memfokuskan pada identitas diri (KTP) Sehingga nantinya dapat terdata dengan mudah.

Namun yang paling menggelitik pihak aparat yakni, saat ada pemetiksaan di salah satu tempat kos, di sana ada penghuni kos yang memang sengaja bersembunyi didalam lemari pakaian . Hanya saja, orang tersebut sudah terdata,

“Ada yang sembunyi di lemari juga. Namun untuk saat ini fokus satpol PP di KTP saja. Dan kalau ada pelanggaran lainnya akan dilakukan pengembangan lebih lanjut lagi,”pungkasnya. (san)