Tajam News

Gelar Audensi Dengan
Wakil Rakyat ,
Lindu Aji Rembang Pertanyakan Perizinan Pendirian Pabrik Sepatu

Rembang,mediatajam.com – Puluhan orang yang tergabung dalam organisasi masyarakat (Ormas) Lindu Aji Rembang menggelar audensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang.
Jumat (4/2/2022).

Audensi dengan para wakil rakyat itu mereka gelar untuk mempertanyakan tentang Perizinan pendirian pabrik sepatu oleh PT. Handal Sukses Karya (HSK) di Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang

Koordinator Lapangan (Korlap) Lindu Aji Rembang, Heru Sudibyanto mengatakan, dalam penyampaian tuntutannya ia meminta kepada DPRD Rembang agar mempertimbangan kembali terkait pendirian pabrik sepatu oleh PT. HSK di wilayah Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang.

“Sebelum beroperasi, tolong pihak DPRD Rembang pertimbangkan kembali terkait pendirian pabrik sepatu ini. Kami mempertanyakan izin lingkungan pendirian pabrik sepatu ini,” katanya.

Heru menjelaskan, sebagai contoh dari beberapa pabrik yang sudah berdiri dan beroperasi di Rembang awalnya selalu menjanjikan tentang penyerapan tenaga kerja, namun kenyataan dilapangan jauh berbeda.

“Dalam pendirian pabrik, selalu pihak pabrik beralibi seperti itu, menjanjikan tentang penyerapan tenaga kerja lokal, namun setelah pabrik tersebut beroperasi kenyataan dilapangan jauh berbeda,” tuturnya.

“Selain itu, rata-rata para pekerja lokal juga tidak dilindungi oleh payung hukum yang jelas, apakah mereka masuk sistem kontrak atau karyawan tetap. Kami memperjuangkan terkait nasib karyawan lokal,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Rembang, Ridwan menjelaskan, terkait perizinan seharusnya pihak PT. HSK segera menyelesaikan walaupun ada ekspansi pembangunan lokasi pabrik dari ukuran 5 hektare menjadi lebih.

“Sehingga ekspansi terkait luasan lahan yang akan digunakan untuk pendirian pabrik sepatu ini sebelumnya juga sudah dilaporkan ke dinas terkait karena ada perubahan kewenangan. Cuma etika baiknya pihak PT. HSK ini sudah melaporkan ke DPMPTSP Rembang kemudian ada tindak lanjut ke pusat karena imbas dari regulasi baru,” jelasnya

Ridwan menambahkan tekait dengan tuntutan mengenai tenaga kerja, l pihaknya mengira saat ini sudah ada peningkatan terkait penjaringan tenaga kerja, yakni 40 persen untuk laki-laki dan 60 persen untuk perempuan.

“Ini sudah ada peningkatan. Kami institusi DPRD Rembang sepakat untuk pro investasi dan Rembang akan menjadi tuan rumah yang baik terhadap investor. Kita akan berkolaborasi dan memaksimalkan potensi-potensi yang bisa dimanfaatkan untuk mensejahterakan masyarakat Rembang,” imbuhnya.

Ridwan menambahkan, kedepan pihaknya akan memantau PT. HSK dari sisi ketenagakerjaan, dirinya akan melakukan kunjungan ke Kabupaten Jepara dimana ada 75 orang tenaga kerja asal Rembang yang sedang menjalani training dibawah naungan PT. HSK.

“Besok kita lihat dari kelayakannya, apakah benar pekerja asal Rembang sudah mendapatkan fasilitas yang layak seperti penginapan atau antar jemput, termasuk apakah benar 75 orang orang tenaga kerja asal Rembang ini sedang menjalani training untuk menjadi calon pemimpin perusahaan yang akan di beroperasi di Rembang nantinya,” pungkasnya.(HMY)