REMBANG,MEDIATAJAM.COM _ Pihak management perusahaan PT Semen Indonesia diminta harus mengedepankan kepentingan warga sekitar Pabrik Semen dan warga di Kabupaten Rembang umumnya permintaan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Ir Hadi Santoso bersama rombongan saat mengunjungi lokasi pabrik semen PT Semen Indonesia di Desa Tegaldowo,Kecamatan Gunem,Kabupaten Rembang dalam rangka kunjungan kerja Rabu (15 Maret 2017).
Turut hadir pada kunjungan pagi hingga siang itu kepala Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Tengah Agus Sriyanto dan Kepala Balai ESDM wilayah kendeng Selatan Agus Sugiarto Hasil rangkuman dialog antara wakil rakyat dan management pabrik Semen milik BUMN ini diperolah kata sepakat,pihak pabrik harus tetap mengedepankan kepentingan warga sekitar dan warga di Kabupaten Rembang pada umumnya.
” Isu yang berkembang selama ini dan menjadi ketakutan masyarakat di sekitar pabrik adalah isu kerusakan lingkungan akibat eksploitasi,sehingga menyebabkan menipisnya ketersediaan air,baik air baku untuk minum mapun air untuk kebutuhan pertanian dan perkebunan. Idealnya pabrik bukan hanya membangun satu dua embung tetapi beberapa embung atau satu bendungan besar diantara gunung-gunung.
Bila sudah tersedia kebutuhan air baku dan air pertanian dan kesejahteraan warga sekitar mulai terangkat maka diharapkan akan mengelimir berbagai isu yang terus digelindingkan oleh warga yang kontra,” kata Hadi Prabowo dalam keterangannya kepada pers usai pertemuan.
Menurut Hadi,setiap pembangunan ekploitasi penambangan pasti membawa dampak baik positip maupun negatif,tinggal bagaimana pendekatan humanis dan sesuai karakter masing-masing daerah. Dalam pembangunan waduk Kedung ombo,Hadi mengambil contoh,jika sampai sekarangpun masih ditemukan riak riak kecil seputar kasus waduk di era pemeritahan Soeharto tersebut.
Sementara itu jajaran managemen PT Semen Indonesia diwakili oleh Ir Prasetyo Utomo,Direktur Produksi PT Semen Indonesia.Dalam paparannya yang dibantu Heru Indra,diperoleh data jika pembangunan semen Indonesia tercatat tanggal 16 juni 2014 dan hingga kini sudah mencapai 99,16 % dengan total anggaran sebesar Rp 4,639 triliun.
” Kapasitas produksi mencapai 3 juta ton per tahunnya. Sebagai pabrik milik pemerintah kami open terhadap setiap masukan,termasuk menampung keinginan mayoritas warga Rembang,”jelas Prasetyo Utomo. Ditambahkan,untuk rencana uji coba produksi semen akan dimulai bulan April mendatang. **Hasan M Yahya


