JAKARTA,MEDIATAJAM.COM _ Menanggapi adanya kasus paedofil yang digawangi oleh ‘Loli Candy’s Group’, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni’am Sholeh mengatakan akan menggandeng lembaga keagamaan untuk mengatasi trauma para korban pornografi siber tersebut.
“Peran lembaga agama saya kira juga penting, karena pendekatan rehabilitasi sosial tanpa disertai dengan sentuhan spiritual saya kira juga akan pincang.
Dengan pendekatan spiritual, pendekatan keagamaan itu menjadi hal yang tak terpisahkan di dalam proses recovery dan juga rehabilitasi,” ujar Asrorun saat ditemui di Kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat pada Selasa (21/3/2017).
Selain itu, Asrorun mengaku telah bekerjasama dengan Kementrian Sosial (Kemensos) dan elemen masyarakat.
“Kita koordinasi dengan elemen masyarakat, disamping juga tanggung jawab pemerintah di dalam ini kemensos untuk melakukan proses rehabilitasi sosial. KPAI dorong keterlibatan elemen masyarakat yang memiliki kepedulian di dalam proses rehabilitasi. Seperti kemarin hadir dari komunitas psikologi anak,” imbuhnya.
Sebagai informasi, hingga saat ini sudah teridentifikasi 13 anak korban jejaring sosial Loli Candy’s Group tersebut. KPAI akan segera melakukan pertemuan dengan pihak kepolisian terkait identifikasi dan pendalaman kasus yang meresahkan ini guna merekomendasikan langkah penanganan secara utuh.**Kus/Kmt


