
Semarang-Mediatajam.Com- Anggota Komisi D DPRD Jateng, M Ngawirrichardi SH Mengatakan,terkait belum maksimalnya pembangunan Jalan di Jawa Tengah yang hingga saat ini masih menjadi prioritas pemerintah Provinsi ,hal itu kata dia juga berkaitan dengan Anggaran yang Ada pada saat ini .
“Jika tahun 2015 Anggaran Jalan di Provinsi Jateng mencpai 2,1 Triliun 2016 ada 2,4 tambah menjadi 4,5 Triliun namun sayang pada tahun 2017 anggaran jalan ini justru turun menjadi 1 koma padahal masih ada sekitar 20 persen lebih dari 250 km jalan provensi yng masih rusak belum lagi yang alih status dari kabupaten ke provinsi “jelasRichard dalam Diskusi Prime Topic yang digelar Sindo Trijaya FM Semarang, dengan mengambil tema ‘ Jalan di Jateng Masih Berlubang’ di Star Hotel Semarang, Senin (3/4/17).
Menurut Richard ,kenapa Anggaran Jalan Di Provinsi pada tahun ini lebih kecil daripada anggaran pada tahun-tahun sebelumnya mengigat masih banyakya jalan yang berlubang, kata dia itu disebabkan target pendapatan daerah (PAD) tahun 2016 mengalami penurunan.
“seperti yang saya sampaikan tadi ya karena pendapatan tidak tercapai sehingga harus ada pengurangan pos-pos termasuk yang di kurangi adalah pos Binamarga yang seharusnya 2,5 Triliun di kurangi hanya sampai sekitar 1,7 Triliun “bebernya.
Sementara itu , Kabid Rancang Bangun dan Pengawasan DPU Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, Ir Hanung Triyono mengatakan, sebenarnya dalam beban angkutan jalan itu ada aturanya yaitu seharusnya maksimal kendaraan berat yang melintasi jalan adalah delapan ton namun pada kenyataanya justru banyak yang melebihi tonase .
“pada kenyatanya kendaraan berat seperti truk justru lebih dari delapan ton. Sehingga solusinya agar jalan yang dilalui truk itu tidak cepat rusak ya pembetonan. Cuma karena terbentur anggaran, maka pembetonan jalan hanya cukup menyesuaikan “ujar Hanung
Terkait banyakya Lubang jalan ketika di tanya oleh moderator bahwa Jawa Tengah saat ini punya obyek wisata baru Yaitu jeglongan sewu sehingga banyak masyarakat yang mengadu , Hanung tidak memungkiri memang pihaknya banyak pengaduan dari masyarakat , namun kata dia setiap ada aduan yang masuk di twiternya Gubernur pihaknya langsung cepat merespon .
“ memang pengaduan masyarakat melalui Twiternya pak Gup itu banyak membantu kami untuk segera laksanakan ,karena mungkin petugas kami belum sampi di tempat , namun kami mencanagkan bahwa 2 x24 Jam bahwa pekerjaan atau kerusaan jalan segera bisa di perbaiki atau paling tidak di beri rambu itu yang kita laksanakan sekarang ini “pungkas Hanung.**(Uut)

