Semarang-Mediatajam.com-Berawal dari informasi dan pengaduan dari Masyarakat yang menyebutkan bahwa hari ini Rabu (19/4/17 ) ada upaya dugaan pengeriman TKW Ilegal yang berangkat dari bandara Ahmad Yani Semarang Tim dari bagian Lidik Aliliansi Tajam Semarang yang di pimpin oleh Tumari SH bergerak cepat untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut .
Bekerja sama dengan polsek Tugu semarang ahirnya Tim Aliansi Tajam berhasil mengamankan dan menyerahkan sejumlah orang yang di ketahui dari kab. Kendal itu ke Aparat kepolisian untuk di mintai keterangan lebih lanju.
Dari pantauan mediatajam.com di lokasi petugas kepolisian telah memeriksa dan mengitrogasi sejumlah orang yang di duga kuat akan melakukan Pengiriman TKW ke Malaysia yang di berangkatkan melalui bandara Ahmad yani Semarang itu .
“Benar kami mendapat laporan dari masyarakat bahwa hari ini akan ada pengiriman dua orang TKW asal Kendal yang di duga Ilegal melalui bandara Ahmad Yani Semarang , kenapa kami menyebutkan ini Ilegal dikarenakan pertama pengiriman tidak melalui PT yang resmi yang di akui pemerintah dan yang kedua ada informasi menyebutkan bahwa yang di gunakan calon TKW itu hanyalah paspor kunjungan namun setelah di sana mereka bekerja sebagai TKW ” ujar Tumari di kantor Polsek tugu semarang pagi tadi .
Di jelaskannya,dari data yang ia peroleh dari salah satu Calon TKW merupakan anak dari yang mengurus pemberangkatan hal itu kata dia duga hanyalah settingan karena menurutnya di sinyalir ada agennya di surabaya .
” di sini kami menegakan aturan tidak ada urusan itu anaknya sendiri atau bukan yang jelas kami menduga di sini ada pelanggaran Hukum ,pengiriman ini di duga ilegal karena salah satunya tidak melalui PT yang resmi untuk itu kami berharap dalam hal ini Kapolsek Tugu untuk mencermati data data yang sudah masuk itu sebagai acuan untuk mengidentifikasi bahwa dokumen itu palsu atau bukan setidaknya bisa buat bahan penyelidikan selanjutnya ” tandasnya.
Sementara itu , Kapolsek Tugu Semarang Kompol Suwarto mengatakan ,sejauh ini dari pemeriksaan dan introgasi anggotanya pada yang bersangkutan belum menemukan tindak pidananya dan untuk mengecek keaslian beberapa dokumen seperti KTP maupun KK pihaknya akan berkordinasi dengan dinas catatan sipil setempat .
“Pada intinya kami selaku Kapolsek mengapresiasi dan mengucapkan banyak terimakasih kepada teman –teman telah membantu tugas kami , namun setelah kami periksa yang bersangkutan bisa menunjukan semua dukumen jadi untuk sementara kita lepas dulu kita gunakan asas praduga tak bersalah karena ini waktunya sudah mepet dia katakan akan terbang ke medan pukul 9.40 pagi ini bukan ke Singapura maupun Malaysia ,tentunya jika di kemudian hari kami menemukan pelanggaran pada yang bersangkutan kami akan proses secara hukum yang berlaku “Tandasnya
Terpisah Kepala BP3TKI Jateng AB Rahman saat di konfirmasi media ini menyebutkan bahwa calon tenaga kerja luar Negeri yang berangkat tidak melalui PT resmi maupun dari pemerintah mereka berpotensi menjadi TKI/TKW Ilegal dan di sana pastinya pemerintah tidak dapat menjamin perlindungannya .
“mereka disana memang bisa Legal karena sudah mendapatkan Fisa misalnya, tapi anak ini tidak terlindungi karena tidak ada ansuransi jadi misalnya nanti dia disana kasus kita lihat dia bekerja tapi tidak sebagai TKI jadi tidak terlindungi dari awal “bebernya melalui sambungan Telpon Selulenya.
untuk itu lanjut Rahman pihaknya saat ini sudah sepakat dengan pihak Imigrasi bahwa pemberangkatan yang model seperti itu berpotensi untuk menjadi TKI Ilegal dan pihak berwajib sudah semestinya untuk menggagalkannya .
“sekarang Imigrasi sudah lebih tertiblah kalau ada kasus seperti itu saat di bandarta imigrasi sudah pasti menggagalkan kalau dari kami BP3TKI sifatnya hanyalah membatu namun yang melakukan cek segala macem kawan –kawan dari imigrasi “tandasnya
dI tambahkanya ,yang dikatkan TKI prosedural adalah orang-orang yang terdaftar di Sesko kalau mereka tidak ada dalam Sesco berarti mereka Anprosedural dan yang Anprosedural itu kata dia biasanya ada yang menggerakan entah itu dari luar maupun dalam negeri .
di akuinya sampaisaat ini pihaknya basih berusaha mencari pemain-pemain yang ngawur memberangkatkan TKI secara tidak sah.
”tugas pemerintah itu selain melayani kawan kawan agar terlindungi kita juga mencari pemain pemain yang ngawur seperti itu ,ngawaur ini namanya kalau bahasa polisi ini bagian dari TPPO itu “Pungkasnya **(Tom/Gilang)


