REMBANG,MediaTajam.Com _ Bertempat di Pondok Pesantren Al Fakhriyyah Desa Sumbergirang Kec Lasem Kab Rembang, Anggota
MPR H Moh Arwani Thomafi menggelar kegiatan rapat dengar pendapat dengan Tokoh masyarakat dan Santri di Kec Lasem , Sabtu 27 Mei 2017.
Kegiatan rapat dengar pendapat untuk mengetahui seberapa besar pemahaman santriwan santriwati terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika juga dihadiri Anggota DPRD Jateng H Abdul Aziz, Wakil Rois Syuriyah PCNU Lasem KH Imam Sofwan, pengasuh pesantren, para ustad dan santri.
Arwani yang juga Ketua Fraksi PPP MPR, dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa Bhinneka Tunggal Ika sebagai perekat kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Kemajemukan ini adalah anugerah yang harus kita syukuri”. Salah satu cara untuk mensyukuri itu adalah dengan menjadikan kemajemukan itu sebagai modal kita untuk semakin memperkuat wawasan nusantara.
Arwani yang juga asli kelahiran Rembang ini menambahkan bahwa wawasan nusantara yang merupakan wawasan nasional yang bersumber pada Pancasila dan berdasarkan UUD 1945 adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.
“Ulama bersama dengan tokoh bangsa ini telah berkomitmen kuat untuk mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam bingkai NKRI”.
“Dan komitmen inilah yang harus menjadi pegangan santri sebagai generasi muda penerus perjuangan para Ulama” demikian dijelaskan Arwani yang juga Anggota Komisi I DPR di depan para santri.
Diakhir acara Arwani berharap kegiatan ini bukan sekedar santri memahami dari nilai-nilai Pancasila saja, melainkan dapat diimplementasikan dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan yang sama, KH Imam Sofwan menegaskan peran Ulama dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, termasuk ulama dan santri di Lasem pada saat itu.*Hasan


