Peristiwa

DANREM 071/WK DAN REKTOR UNSOED BERSAMA PRAJURIT WIJAYAKUSUMA SILATURAHMI KELUARGA PANGSAR JENDERAL BESAR SOEDIRMAN

Purwokerto, MediaTajam. Com _ Dalam rangka peringati Dies Natalis Ke-54 Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dan HUT Ke-56 Korem 071/Wk, Danrem 071/Wk Kolonel Inf Suhardi bersama dengan Rektor Unsoed Dr.Ir.Achmad Iqbal beserta prajurit Wijayakusuma Makorem 071/Wk dan Civitas Akademika serta mahasiswa Unsoed Purwokerto melaksanakan Silaturahmi ke keluarga Pangsar Jenderal Besar Soedirman, Sabtu (16/9) di Museum Sasmitaloka Yogyakarta.

Sebelum kegiatan silaturahmi ke keluarga Pangsar, dalam rangka peringati Dies Natalisnya ke-54 Unsoed dan HUT Ke-56 Korem 071/Wk, juga dilaksanakan Ziarah ke Makan Pangsar Jenderal Besar Soedirman di TMO Kusumanegara Semaki Yogyakarta.

Sambutan hangat serta apresiasi yang tinggi menyertai silaturahmi Danrem 071/Wk dan Rektor Unsoed bersama prajurit Wijayakusuma dan civitas akademika serta mahasiswa Unsoed oleh perwakilan keluarga putra bungsu Pangsar, Bpk.Ir.H.Mohammad Teguh Soedirman.

Dalam sambutannya, Ir.Mohammad Teguh Soedirman menyampaikan selamat datang kepada Danrem 071/Wk beserta prajurit Korem 071/Wk dan Rektor Unsoed beserta civitas akademika dan mahasiswa Unsoed di Museum Sasmitaloka Yogyakarta.

Dengan harapan semoga dengan kedatangan ini dapat menambah wawasan kebangsaan dan ilmu pengerahuan khususnya sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Dan dengan kedatangan ini pula dapatnya tertanam nilai-nilai kejuangan Pangsar Jenderal Besar Soedirman bagi prajurit Korem 071/Wk maupun segenap civitas akademika dan mahasiswa Unsoed.

Karena dengan mengetahui sejarah perjuangan bangsa dan meneladani nilai-nilai luhur Pangsar, generasi muda bangsa khususnya para mahasiswa Unsoed sebagai penerus perjuangan bangsa dan calon-calon pemimpin bangsa kedepannya dapat mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif, kreatif dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang diperoleh untuk kepentingan dan kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Dikatakan bahwa, Pak Dirman selalu teguh dan gigih dalam memperjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Walaupun beliau pada saat itu dalam kondisi sakit parah dan baru melaksanakan operasi pengangkatan salah satu paru-parunya, namun beliau tetap berpegang teguh dan berprinsip memimpin gerilya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia”, terangnya.

“Mendengar kabar ada agresi Belanda yang melanggar perjanjian Renvile, beliau seperti memiliki kekuatan baru dan dalam kondisi sakit pasca operasi beliau langsung menuju gedung agung untuk menemui Presiden Soekarno”, lanjutnya.

Pertemuannya dengan Presiden Soekarno tersebut, untuk memohon ijin kepada Presiden untuk memimpin gerilya, karena Presiden harus tetap berada ditempat. Dengan tekad dan semangat baja, beliau Pangsar Jenderal Besar Soedirman usai mendapat ijin dari Presiden, langsung memimpin gerilya. Semangat pasukan Republik Indonesia saat itu kembali berkobar baik yang beliau pimpin langsung maupun diseluruh tanah air untuk berjuang kembali merebut kemerdekaan Indonesia.

Dikatakan bahwa sebenarnya saat itu, Presiden dan para dokter yang merawat beliau menyarankan untuk tetap tinggal dirumah. Namun beliau justru mengungkapkan tekadnya memimpin gerilya.

Beliau menyampaikan “Yang sakit Soedirman, Panglima Besar tidak pernah sakit”, jelasnya.

Perjalanan beribu kilometer beliau lakukan walaupun dalam kondisi sakit memimpin gerilya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, hingga menjadikan Republik Indonesia tetao berdiri disaat Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Moh.Hatta ditawan Belanda.

“Keberadaan beliau sebagai Panglima dan pemimpin pasukan ditengah pasukannya walaupun dalam kondisi sakit, menjadikan semangat bagi kita untuk meneladani nilai-nilai kejuangan bagi generasi muda bangsa sebagai pewaris perjuangan bangsa kedepannya. Semangat nasionalisme dan jiwa patriotisme Pangsar Jenderal Besar Soedirman perlu kita teladani sebagai anak bangsa Indonesia.

Harapannya, agar Unsoed dan Korem 071/Wk dapat meneladani semangat juang dan rela berkorban demi bangsa dan negara tanpa pamrih, berjuang sesuai sesuai tugas masibg-masing untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

“Pilihan kepada Soedirman bukan diplomanya, tetapi pilihan kepada Soedirman adalah kepada jiwanya. Walaupun ketika badannya sehat sekalipun tubuhnya hanya sederhana landai, tetapi matanya berapi, mata yang tidak mengenal patah hati di dalam menuju cita-cita besar.

Banyak Jenderal Mayoor, Kolonel, Letnan Kolonel dibawahnya yang lebih tinggi diplomanya, dari pada Soedirman, tetapi semuanya insyaf bahwa jiwa Soedirman belum tertinggal oleh mereka. Bertambah besar dan tinggi kedudukannya, bertambah terbayang kebesarannya itu.

Keluar ia merupakan serigala yang galak, kedalam ia merupakan Bapak yang pengasih”, terang putra bungsu Pangsar Jenderal Besar Soedirman Bpk Ir.Mohammad Teguh Soedirman sebagai pesan moral untuk menyemangati perjuangan generasi muda bangsa Indonesia sebagai modal dan inspirasi bagi prajurit Korem 071/Wk dan civitas akademika serta mahasiswa Unsoed dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa Indonesia, mengisi kemerdekaan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia.

Sementara itu, Rektor Unsoed Dr.Ir.Achmad Iqbak,M.Si dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas sambutan yanf diberikan perwakilan keluarga dalam hal ini Bpk.Ir.Mohammad Teguh Soedirman.

“Kami bangga menjadi Universitas yang menyandang nama besar Jenderal Soedirman, diharapkan dengan hal ini karakter Pangsar dapat terus terpatri dan melekat disanubari setiap civitas akademika, mahasiswa maupun alumni Unsoed”, ungkapnya.

Dikatakan bahwa selain bidang akademik, Unsoed juga menekankan pembangunan karakter yang dijiwai semangat nilai-nilai kejuangan Pangsar Jenderal Besar Soedirman.
“Kami bangga dan kami akan berusaha dengan sekuat tenaga turut serta melaksanakan amanah Panglima Besar Jenderal Besar Soedirman sesuai bidang dan tugas masing-masing untuk memajukan bangsa dan negara Indonesia”, terangnya.

Diharapkan pula, para lulusan Unsoed berbeda dengan lainnya, paling tidak selain menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mereka juga mempunyai karakter seperti Pangsar.

“Bukan namanya saja, namun karakter dan sifat Pangsar yang jujur, tanpa kenal menyerah dan tanpa pamrih. Nilai-nilai luhur Pangsar akan kami wariskan kepada anak didik kami para mahasiswa, karena dipundaknyalah masa depan sebagai generasi muda pewaris perjuangan bangsa memajukan bangsa dan negara dan untuk kepentingan bangsa dan negara”, jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Danrem 071/Wk Kolonel Inf Suhardi menyampaikan Pangsar Jenderal Besar Soedirman merupakan sosok panutan dan teladan bagi kita khususnya bagi prajurit Wijayakusuma.

Beliau disamping seorang militer yang tegas dan berdisplin mengemban tugas juga merupakan seorang guru bagi kita prajurit Wijayakusuma khususnya dan TNI pada umumnya yang telah memberikan suri tauladan mengajarkan bagaimana kita berbuat dan bertindak demi kepentingan m bangsa dan negara.

Mengajarkan kepada kita bagaimana berjuang tanpa pamrih dengan jiwa dan raganya untuk kemajuan bangsa dan negara dan menjadikan bangsa kita menjadi bangsa pemenang dimasa depan. Disamping seorang militer sejati dan guru, beliau juga seorang dai yang mengajarkan tentang kiekhlasan, kejujuran dan berpasrah diri kepada Allah SWT.

“Sebagai prajurit Wijayakusuma dan sebagai generasi penerus perjuangan bangsa, harus dapatnya tertanam nilai-nilai luhur Pangsar Jenderal Besar Soedirman dalam diri setiap prajurit Wijayakusuma.

Yang perlu kita lakukan sekarang adalah dengan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif bagi generasi muda bangsa, dan sebagai prajurit Wijayakusuma harus menjadi prajurit yang militan prajurit yang selalu mengedepankan Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI.

Prajurit yang selalu didambakan oleh rakyatnya, melindungi dan mengayomi rakyatnya, prajurit yang profesional, berani, tegas dan disiplin demi mengabdi pada bangsa dan negara”, terangnya.**Didi