BANTEN,META.COM _ Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawasan Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) menganulir pemberian award kepada Bupati Kutai Kertanegara (Kukar) Rita Widyasari.
”Penghargaan tersebut terpaksa dianulir karena Bupati Kukar Rita Widyasari tersangkut persoalan hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ” kata Ketua Umum BPI KPNPA RI, TB. Rahmad Sukendar, SH, kepada awak mediatajam.com usai menghadiri acara penganugerahan tokoh nasional kepada pejabat penyelenggara negara di Hotel Santika,BSD City, Kecamatan Serpong, Rabu (27/9).
Seperti diketahui, satu hari sebelum mendapat penghargaan, KPK telah menetepkan Rita Widyasari sebagai tersangka atas kasus dugaan menerima gratifikasi terkait jabatannya. KPK menduga Rita menerima gratifikasi sejak menjabat Bupati Kukar pada periode 2010-2015 dan pada periode 2016-2021.
DRS. TB. Rahmad Sukendar, SH menegaskan, selain persolan hukum di KPK, perwakilan dari Pemkab Kukar juga tidak ada pemberitahuan sama sekali dalam acara penganugerahan penghargaan tentang pemberantasan korupsi dari BPI KPNPA RI. “Ini kan sudah kesepakatan yang datang diberikan award, ” ujarnya.
Saat disinggung Rita masuk nominasi award ? Sukendar menegaskan BPI KPNPA RI telah melakukan penelitian terhadap kinerja seluruh kepala daerah di tanah air. Karena indikator yang diteliti adalah indek kepuasan pelayanan publik, dan juga pengelolaan anggaran yang masuk dan keluar untuk pembangunan daerah. Dalam hal itu Rita tersebut masuk dalam kreteria yang dinilai oleh lembaganya.
”Kami tidak meneliti masalah gratifikasi atau korupsi yang melilit Rita. Yang kami nilai indeks kepuasan masyarakat akan kinerja beliau. Jadi untuk masalah gratifikasi kami tidak berkompeten menilai itu,” tegasnya.
Dari pantauan mediatajam.com dilokasi, pemberian award kepada kepala daerah dan petinggi kepolisian itu tidak berjalan sesuai jadwal. Para nominator yang mendapatkan award dari BPI KPNPA RI pun banyak yang hanya di wakili oleh delegasi.
Hanya satu kepala daerah saja yang datang dalam acara itu yakni Walikota Makasar Mohammad Ramdhan Pomanto. Para nominator yang masuk dalam award tersebut juga adalah Walikota Tangsel, Walikota Tangerang, dan Walikota Bandung serta beberapa walikota lain.**FIRMAN


