Peristiwa

Gandeng Kodim 0720 Rembang , LSM Aliansi Tajam Gelar Nobar G 30 S PKI

REMBANG,MediaTajam. Com _Bertempat di Kantor DPC  LSM Aliansi Tajam Kabupaten Rembang Perum Graha Kartini Ruko A-2 Kabongan Kidul Kec Kota Rembang Berlangsung Kegiatan Bedah Sejarah & Pemutaran Film  G 30 S PKI Jumat (29 September 2017 )

Kegiatan yang degelar  oleh LSM Aliansi Tajam bekerja sama dengan Kodim 0720 Rembang dihadiri Oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat  LSM  Aliansi Tajam Abah Sulthon  bersama Pengurus,Kepala Kesbangpolinmas Kab Rembang Kartono SH MH Pasintel Kodim 0720 Rembang Kapten  Mustamir Tokoh Agama Kyai Zaenal Maarif  Babinkamtibmas kapolsek  Kota Rembang AKP Haryanto TNI  dan  Masyarakat Desa setempat

Dalam acara  nobar yang digelar mulai pukul 20.00 WIB  tersebut  para warga juga diberikan makanan dan minuman gratis serta tak lupa memakai ikat kepala berwarna merah putih sebagai simbol cinta NKRI.

Kiai Zaenal Maarif tokoh agama dari Sedan Rembang mengutarakan bahwa, pemutaran film G 30 S PKI ini memang harus diputar. Sebab menurutnya, sejarah yang kelam itu harus diketahui oleh para pemuda.

“Sejarah itu harus diketahui. Terlebih bagi kalangan pemuda. Sebab PKI itu merupakan  wujud ketidaksempurnaan, selalu omong kosong yakni ciri dari komunisme,” katanya.

Ia menilai, janji janji yang sering dilontarkan PKI yakni mereka selalu melontarkan akan membuat sistem menyamaratakan hak politik dan ekonomi. Dan itu merupakan omong kosong. Sesuatu yang tak mungkin terjadi.

“Masak akan menyamakan hak politik dan ekonomi. Sehingga itu tak mungkin. Terlebih bagi mereka yang enak enakan tidur, enak enakan tak bekerja keras kok akan mendapatkan hak yang sama. Itukan omong besar,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, komunisme adalah faham, didalamnya ada idilogi kesamaan baik politik dan ekonomi. Dan ternyata komunisme itu merebut kekuasan disertai kekerasan. Sama halnya dengan idiologi teroris tanpa mengatasnamakan agama.

“Kita harus mengenali itu. Supaya bisa menjauhkan faham itu terhadap para pemuda saat ini,” ujarnya.

“Mungkin bisa sebagai contoh, Nabi Muhammad, tak pernah baca surat Allahab, sebuah surat menceritakan tentang kebiadaban Abulahab. Sebab menurut beliau (Nabi) Jangan sampai menyinggung keluarga Abu lahab.

Namun dengan tidak dibacanya surat itu, maka bukan berarti itu surat tersebut harus dihilangkan. Dan beliau juga sangat hati hati dengan Abu Lahab.  Nah itulah cara menyikapi PKI saat ini,”ungkapnya.

Sementara itu, Dandim 0720 Letkol INF Darmawan Setiady melalui Pasi Intel Kodim 0720/Rembang Kapten Mustamir mengatakan, tujuan adanya pemutaran film ini yakni sejarah kelam yang telah terjadi di Indonesia oleh PKI supaya tidak terulang kembali.

“PKI itu pembohong, tak sesuai fakta yang telah terjadi. Terlebih mereka mengatakan bahwa  agama adalah candu, Tuhan hanya ilusi. Nah faham inilah yang membahayakan. Sehingga harus kita lawan,” imbaunya.**Hasan Yahya