Peristiwa

Temui Pemilik Perusahaan , Warga Kalipang Ancam Gelar Aksi Demo

REMBANG, MediaTajam. Com _ Warga Desa Kalipang Kecamatan Sarang mengancam akan melakukan aksi demo terhadap perusahaan pencucian pasir kwarsa apa bila pihak pimpinan perusahaan tak segera mencari solusi dampak limbah yang mencemari Sungai Desa Kalipang

Ancaman itu disampaikan oleh perwakilan warga di kantor PT. Makmur Rukun Lestari Desa Tanjungan Kecamatan Kragan, Sabtu (30/9/2017) siang.

“Warga masyarakat Desa Kalipang Kecamatan Sarang dalam waktu dekat akan melakukan aksi protes terhadap PT Makmur Rukun Lestari yang merupakan perusahaan di bidang pengelolaan pasir kwarsa yang berdiri di Desa Tanjungan Kecamatan Kragan,” kata Mohamad Rokib salah seorang perwakilan warga Sarang.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, aksi protes yang bakal dilakukan lantaran limbah pencucian pasir kwarsa dari perusahaaan yang berada dekat Desa Kalipang tersebut diduga mencemari sungai sehingga telah melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang “PPLH” karena telah merusak lingkungan kami khusunya sungai Kalipang.

“Pencemaran tersebut diduga karena pembuangan limbah yang tidak pada tempatnya dan mengalir menuju Sungai Kalipang. Padahal sungai Kalipang sudah menjadi bagian terpenting bagi masyarakat yang sudah berjalan berpuluh-puluh tahun,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, pihaknya berencana menggelar aksi demo. Hanya saja sebelumnya ia akan mengirimkan surat kepada Bupati Rembang, Instansi terkait, DPRD Rembang serta aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan secara komperhensip, dan melakukan proses hukum jika terdapat unsur pidana, perdata, ataupun pelanggaran administrasi.

“Hal ini dilakukan untuk memancing respon perusahaan untuk mencari solusi atas keluhan warga. Namun dikarenakan pihak perusahaan tidak ada respon maka rencana akan kita gelar,” paparnya.

Sementara itu, pemilik PT. Makmur Rukun Lestari Mashuri alias Boyo berjanji akan menindak lanjuti hal itu.

“Untuk melakukan normalisasi sungai perkiraan bulan Oktober. Dan kini masih nunggu alat berat yang akan didatangkan dan tidak akan membuang limbah di sungai,” tuturnya.*Hasan Yahya