Peristiwa

Adab Dan Ahlaq Jadi Kunci Utama , Ridho Orang Tua Gerbang Segalanya

REMBANG ,Mediatajam. Com _ Ibu adalah orang yang melahirkan kita di dunia , ibu adalah orang yang tidak pernah kenal lelah menjaga kita siang dan malam dan mendidik kita sejak kecil, Ibu memberikan kasih sayang yang kita butuhkan.

Maka janganlah sekali kali kita mengecewakannya terutama dalam hal tata krama atau adab dan ahlak kita sehari hari .Seperti yang terjadi di jaman sekatang ini banyak anak -anak yang berani dengan orang tua, memusuhi orang tua , memperlakukan orang tua seperti pembantu serta mengucapkan kata -kata yang tak pantas dan tindakan yang tak patut dilakukan seperti yang kita lihat di televisi dan media sosial maka apabila itu terjadi jangan harap kita masuk surga.

Hal tersebut disampaikan Nyai Hajah Nurul Abidah Mubaligoh asal Pasuruan Jawa Timur saat memberikan tausiah pada acara pengajian dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh Jam’iyyah Manaqib Alqodriyyah di Pondok Pesantren Nurul Huda Desa Pamotan Kecamatan Pamotan Minggu (19/11/2017) sore.

Lebih Lanjut Nyai Hajah Nurul Abidah menjelaskan diantara alasan yang menjadikan ibu sebagai orang yang paling berhak untuk ditaati dan dibakti adalah karena kejadian durhaka kepada orang tua kebanyakan menimpa seorang ibu dari pada ayah. dan karena ibu adalah orang yang melahirkan kita, menyusui kita, mendidik kita, menjaga setiap saat kita terbangun.Sebab itulah Allah juga mewajibkan berbakti kepada orang tua, khususnya kepada ibu
” Sudah dicontohkan dulu pada zaman Rasulullah ada seorang pemuda yang bernama Alqomah.

Dia seorang pemuda yang taat beribadah, rajin shalat, puasa serta suka bersedekah. Suatu ketika pemuda itu sakit keras, maka istrinya mengirim utusan kepada Rasulullah untuk memberitahukan kepada beliau akan kondisi Alqamah. Mendapat kabat itu Rasulullahpun mengutus Ammar bin Yasir, Shuhaib ar-Rumi dan Bilal bin Rabah untuk melihat kondisinya .

Beliau bersabda, “Pergilah ke rumah Alqomah dan talqin-lah untuk mengucapkan La Ilaha Illallah
”Akhirnya mereka bertiga berangkat kerumah Alqomah , ternyata saat itu Alqomah sudah dalam keadaan nazak (menjelang ajal) maka segeralah mereka men-talqin-nya, namun ternyata lisan Alqamah tidak bisa mengucapkan La ilaha illallah Langsung saja mereka melaporkan kondisi itu pada Rasulullah.

Maka Rasulullah pun bertanya, “Apakah dia masih mempunyai kedua orang tua?”
“Ada wahai Rasulullah, dia masih mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua .

Maka Rasulullah mengirim utusan untuk menemui orang tua Alqamah Tatkala utusan itu telah berhasil menemui ibunya Alqamah dan pesan beliau itu disampaikan, Maka, Ibu Alqomah langsung berjalan menemui Rasulullah.
Sesampainya di rumah Rasulullah, Lalu Rasulullah bersabda kepadanya, “Wahai ibu Alqomah, jawablah pertanyaanku bagaimana sebenarnya keadaan putramu Alqamah?”
Ibu Alqamahpun menjawab, “Wahai Rasulullah, dia rajin mengerjakan shalat, banyak puasa dan senang bersedekah.”
Lalu Rasulullah bertanya lagi, “Lalu apa perasaanmu padanya?”
Dia menjawab, “Saya marah kepadanya Wahai Rasulullah.”

Rasulullah bertanya lagi, “Kenapa?”
Dia menjawab, “Wahai Rasulullah, dia lebih mengutamakan istrinya dibandingkan aku di juga durhaka kepadaku.”
Maka, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya kemarahan sang ibu telah menghalangi lisan Alqamah, sehingga tidak bisa mengucapkan syahadat.”
Kemudian beliau bersabda, “Wahai Bilal, pergilah dan kumpulkan kayu bakar yang banyak.”

Si ibu berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang akan engkau perbuat?”
Beliau menjawab, “Saya akan membakarnya dihadapanmu.”
Dia menjawab, “Wahai Rasulullah , saya tidak tahan kalau engkau membakar anakku dihadapanku.

Maka, Rasulullah menjawab, “Wahai Ibu Alqamah, sesungguhnya adzab Allah lebih pedih dan lebih langgeng, kalau engkau ingin agar Allah mengampuninya, maka relakanlah anakmu Alqamah, demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, shalat, puasa dan sedekahnya tidak akan memberinya manfaat sedikitpun selagi engkau masih marah kepadanya,
Akhirnya ibu Alqomahpun memaafkan segala kesalahan anaknya Alqamah akhirnya bisa mengucapkan dua kalimat la Ilaha Illallah sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.
Maka, Kata Nyai Hajah Nurul contoh ini bisa kita simpulkan kemarahan ibu Alqamah telah menghalangi lisannya sehingga tidak bisa mengucapkan syahadat, dan ridha ibu Alqomah telah menjadikanya mampu mengucapkan syahadat.” terangnya .
Dibawah guyuran hujan deras ratusan warga masyarakat yang di dominasi kaum ibu- ibu sore itu terlihat antusias saat mendengar kisah Alqamah. Kegiatan Maulid Nabi Muhamad SAW yang dimulai pukul 14.00 WIB hingga sore ditutup dengan doa dan penyerahan bantuan ratusan seragam busana muslim untuk jam’iyyah manaqib putri dari salah satu pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Tajam, **Hasan