Tajam News

Akses Jalan Masuk Poryek Rehabilitasi Bendung Ceper Kragan Ditutup Warga Ada Apa ?

Rembang ,mediatajam.com – Warga desa Bloran dan desa Tanjungan KecamatanKragan menutup aksesjalan proyek rehabilitasi jaringan daerah irigasi (DI) bendung ceper di wilayah Desa setempat Minggu (15 /08/ 2021)

Berdasarkan informasi yang dihimpun , penutupan akses jalan proyek itu karena lahan pertanian milik mereka terganggu dan terancam rusak akibat dampak pembuatan akses jalan proyek menggunakan alat berat.

Data dari LPSE Kabupaten Rembang lelang proyek rehabilitasi jaringan Irigasi bendung ceper dari dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2021 dimenangkan oleh CV .Wahana Tirta dengan nilai kontrak Rp.1.730.730.730

Sunarto salah satu petani pemilik lahan yang terkena dampak pembuatan akses jalan proyek mengaku kecewa karena pihak kontraktor saat melakukan pekerjaan pembuatan akses jalan tidak komunikasi terlebih dahulu dengan masyarakat pemilik lahan sekitar proyek .
Pihak kontraktor langsung mendatangkan alat berat
dan menata akses jalan
tanpa ada pemberitahuan terlebih dahuli

“Semua petani di sekitar embung ini tentunya sangat senang .Dengan adanya proyek ini tentu dapat meningkatkan hasil pertanian dan ekonomi masyarakat
Namun , kami kecewa karena pihak kontraktor dari CV .Wahana Tirta saat memulai pekerjaan tidak menggelar sosialisasi atau komunikasi terlebih dahulu, apalagi jika melihat jumlah anggaran dana proyeknya besar.
Atas kondisi itu kami berharap kepada pihak kontraktor untuk memberi kompensasi sebagai pengganti lahan kami yang terkena dampak pembuatan akses jalan untuk keperluan proyek irigasi.itu “ungkap Sunarto

Lebih lanjut Sunarto menjelaskan awalnya kami bersama enam petani pemilik lahan ini telah meminta mediasi dengan pihak kontraktor dan mereka sepakat akan memberi kompensasi kepada kami.

Namun , hingga saat ini belum ada kabarnya .
Karena kami khawatir dan takut dibohongi akhirnya kami menutup akses jalan
dilahan milik kami sendiri . Akses jalan ini kami buka apabila kompensasi telah terealisasi.”pungkasnya ( Hasan M Yahya)