Peristiwa

Anggota SAR BPBD Boyolali Meninggal Terseret Arus Banjir

BOYOLALI,MEDIATAJAM.COM _ Banjir yang melanda kawasan Dukuh Gatak Desa/Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis malam, menyebabkan satu korban meninggal dunia akibat terseret arus deras air.

Korban meninggal dunia yakni Toni Arifin (30) warga Ngrancah Pusparenggo Musuk Boyolali, selaku anggota SAR BPBD setempat, dan ditemukan jasadnya di kawasan sungai depan Pabrik Duta Marlin Banyudono atau berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.

Menurut saksi Agus Mustalifi (29) karyawan office Boy BRI Banyudono, korban saat berjalan dari arah timur ke barat di depan Kantor BRI masih di atas trotoar. Korban setelah di sebelah barat BRI tiba-tiba terpeleset tercebur di selokan kedalaman sekitar 2,5 meter yang arus airnya deras.

Korban saat terserat air sempat ditolong, tetapi gagal dia langsung masuk gorong-gorong hilang terbawa arus. Kejadian itu, sekitar pukul 19.15 WIB.

Tim SAR dari BPBD, anggota Polsek Banyudono, dan Sabhara Polres Boyolali sempat melakukan pencarian dengan menyisir sungai dari barat hingga ke timur. SAR kemudian berhasil menemukan korban di kawasan depan Pabrik Duta Merlin dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Kepala Polsek Banyudono AKP Bambang Khadarisman saat dikonfirmasi kejadian tersebut membenarkan. Korban saat ditemukan di sungai depan Pabrik Duta Merlin, dan kondisi sudah meninggal dunia.

“Korban ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi kejadian,” terang Kapolsek

Korban langsung dievakuasi dan dibawa mobil ambulan menuju ke Rumah Sakit Umum Pandan Arang Boyolali untuk divisum.

Hujan deras yang terjadi di wilayah Boyolali sejak Kamis sore menyebabkan banjir di wilayah Dukuh Gatak, Desa Bonyudono tepatnya kawasan Pasar Ngancar mengakibatkan belasan rumah warga tergenang air.

Menurut Camat Banyudono, Rita Puspitasari air mulai naik menggenangi jalan dan masuk ke rumah warga di Dukuh Gatak Desa Banyudono Boyolali sekitar pukul 18.30 WIB.

Menurut dia banjir yang terjadi di kawasan Dukuh Gatak Banyudono mulai kedalaman air sekitar 20 centimeter hingga satu dada orang dewasa. Namun, pihaknya belum bisa mendata berapa rumah warga yang terendam banjir.

“Kami perkirakan belasan rumah warga yang tergenang air banjir,” katanya.**tara/djimu