Tajam News

Antisipasi Musim Kemarau Di Jateng

Semarang.Mediatajam.Com-Komisi D DPRD Jateng Ngainirrichard Menyampaikan ,terkait musim kemarau pada tahun ini kususnya di Jawa Tengah sudah ada peningkatan jumlah yang terdampak kekeringan dibandingkan pada musim kemarau tahun lalu.hal itu Ia sampaikan saat menjadi Narasumber dalam acara Prime Topik Dialog bersama Parlemen Jateng dengan tema’Ayo Panen Air’ yang di siarkan Radio MNC Trijaya FM di Noormant Hotel Semarang Rabu (17/7/19).

“Kalau kita bandingkan dari data 2018 jumlah yang terdampak kekeringan ini meningkat,kalau pada 2018 ada 112 kecamatan ,sementara hari ini di sebutkan sudah 267 artinya ,ini ada peningkatan jumlah kecamatan dan desa yang terdampak kekeringan sehingga ini harus ada upaya solusi jangka panjang jangan hanya ngejar jangka pendek .”kata Ricard.

Di jelaskan Ricard,terkait pemanfaatan Air hujan selama ini di Jawa Tengah masih ada problem yang harus di pecahkan bersama kata dia jika musim hujan pasti Banjir namun kalu musim kemarau datang banyak daerah yang mengalami kekeringan .

“Ini menurut saya luar bisa padahal ini persoalan yang terjadi setiap tahunya ada apa ini .menurut saya memang harus segera di cari solusinya dan harus melibatkan semua pemangku kepentingan tidak hanya pemerintahan dari APBD nya saja namun juga harus melibatkan pihak swasta dalam artian CSRnya untuk menfasidasi adanya tempat penampungan air hujan di masing -masing rumah terutama desa prioritas yang memang desa itu langganan kekeringan.”bebernya.

Lebih lanjut Ricard menambahkan,Bahwa saat ini Ia mendorong bagi pemangku kebijagan yang pertama adalah terkait pemanfaatan air hujan dan ada 10 wilayah sungai yang menjadi wewenang Provinsi harus ada rekayasa teknologi untuk menarik air dari sungai ke desa-desa terdekat .”intinya jangan semua air hujan di masukan ke laut jadi jika di jawa Tengah ini pas ketika lagi musim panen air itu bagaimana menyimpan mungkin dengan memperbanyak embung,dan memperbanyak waduk .”pungkasnya.

Sementara,Ir.Sr Eko Yunanto ,Selaku Kepala Dinas Pusdataru Jateng Mengatakan,Ada tiga hal utama yang di lakukan untuk pengelolaan sumberdaya air yaitu yang pertama bagaiman menyelenggarakan konserfasi sumber daya air ,kedua bagaimana mendayagunakan sumber daya air supaya efektif dan efisien, dan yang ke tiga adalah tu air tu.

“Di sisi lain ada manfaat yang luar biasa bagi sumber kehidupan namun jangan lupa bahwa air juga ada potensi daya rusak .untuk itu ada tiga nilai yang harus kita selenggarakan .”terang Eko

Menurutnya tiga pilar tersebut bisa berdiri tegak kalau ada peran serta masyarakat tentunya dengan di tunjang sistim informasi sumber air yang memadai sehingga di harapkan ini bukan hanya pekerjaan SDA saja mamun semua pemangku kepentingan bisa berjalan bersama sama .** (Tomo).