Purworejo,(Mediatajam) — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) PTNU (Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama) se-Jateng dan DIY menggelar Muskerwil (Musyawarah Kerja Wilayah) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Purworejo, 2-4 Agustus 2019. Selain mahasiswa, muskerwil juga dihadiri dari kalangan ulama, akademisi dan politisi level nasional.
Dalam acara tersebut ketua panitia Muskerwil, Angga Bias Setiawan, mengungkapkan, muskerwil mengusung tema peran Perguruan Tinggi NU dalam Memperkuat Kebangsaan dan Menyongsong Indonesia Maju.
Mengapa Tema ini diangkat sebagai bentuk sikap mahasiswa NU untuk ikut serta dalam memajukan bangsa serta membendung paham-paham radikalisme di kalangan mahasiswa,” ungkap Angga, Jumat (2/8/2019)
Dari data survei lembaga Alvara Research Center sebanyak 17,8 persen mahasiswa menyatakan setuju untuk mengganti sistem dan dasar Negara, sedangkan sebanyak 23,4 persen mahasiswa siap untuk berjihad.
Hal senada disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin melalui Kabag Kesra Imam Maskur. Dalam sambutan pembukaan Muskerwil BEM PTNU Imam menyatakan, sudah banyak kampus yang terpapar paham radikalisme, sehingga penting bagi mahasiswa untuk ikut menangkap paham tersebut di kalangan kampus.
Mahasiswa Islam harus juga ikut menjadi instrumen dalam menjaga NKRI. Kalau tidak ingin tergerus dengan paham-paham radikalisme, kuasai masjid-masjid yang ada di sekitar kampus dan masjid-masjid di perkotaaan. Karena hampir semua masjid di perkotaan sudah dikuasai oleh mereka yang terpapar radikalisme,” ujar Imam.
Sementara itu, Ketua Presidium BEM PTNU Jateng Muh Asysya’roni, mengatakan, kegiatan muskerwil bertujuan agar organisasi BEM PTNU ikut aktif dalam berkontribusi untuk kemajuan bangsa.
Agenda Selama tiga hari kedepan panitia juga mengundang beberapa tokoh Nasional untuk menjadi narasumber dalam kegiatan ini. Antara lain KH. Achmad Chalwani (Syuriah PWNU), Abdul Kadir karding (DPR RI), M Arwani Thomafi (DPR RI), Dr. Saha Ghafur (PBNU), Prof. Noor Ahmad, MA (Guru besar UNWAHAS) dan Dr. Muchotob Hamzah, MM (Rektor UNSIQ)
Disisi Lain Cak Dien mahasiswa Penggerak BEM-PTNU wilayah jateng-Diy Unwahas semarang,saat dikomfirmasi MediaTajam.com Kami berharap setelah selesai kegiatan ini, delegasi kampus se- Jateng dan DIY mampu membawa perubahan yang positif untuk kampus serta Pencegahan Radikalisme yang semakin merebak dan memprihatinkan,” katanya. (Red_m.syifak)


