Tajam News

Dintanpan Rembang Laporkan Temuan Peredaran Pupuk Palsu Ke Polisi

REMBANG,Mediatajam. Com _Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang mulai mewaspadai beredar luasnya pupuk palsu seperti terjadi di wilayah Kabupaten Demak baru-baru baru ini .

Bahkan kasus temuan pupuk palsu tersebut juga pernah terjadi di wilayah Kabupaten Rembang, atas maraknya peredaran pupuk tersebut masyarakat khususnya petani dihimbau untuk lebih berhati-hati .

Kepala Seksi Pupuk Pestisida dan Alat Mesin Pertanian pada Dintanpan Kabupaten Rembang Ika Himawan Affandi saat dihubungi mediatajam.com mengaku masih sulit membedakan antara pupuk asli atau palsu.

Namun, petani dihimbau untuk memilih pupuk yang beredar dengan label SNI. Sebab, pupuk yang telah ber-SNI memiliki jaminan mutu.

“Membedakan pupuk palsu dengan pupuk asli secara kasat mata sulit mas Akan ketahuan kalau dilakukan uji laboratorium,”terangnya .
Lebih lanjut Ika menjelaskan, pupuk bersubsidi yang beredar di Rembang berasal dari dua produsen, yakni Pusri dan Petrokimia.

Selain itu, pendistribusian pupuk pun mesti sesuai dengan prinsip enam tepat, yaitu tepat waktu, tepat jumlah, tepat tempat, tepat jenis, tepat harga, dan tepat mutu “Di Rembang, Pusri mensuplai urea, sedangkan Petrokimia memasok Phonska, SP-36, ZA, dan Petroganik,” terangnya .

Saat disinggung ada tidaknya temuan pupuk palsu di wilayah Kabupaten Rembang ia mengakui bahwa peredaraan pupuk palsu juga pernah terjadi di wilayah Kabupaten Rembang .

ilustrasi pupuk

“Ya memang kami juga pernah menemukan pupuk palsu dari salah satu UD yang ada diwilayah Desa Kasreman dan temuan itu telah kami laporkan ke Polres Rembang untuk jumlah barang buktinya saya lupa mas karena sudah lama “ungkapnya secara singkat .

Berdasarkan informasi yang dihimpun mediatajam.com temuan pupuk palsu yang beredar luas di Kab Rembang itu pertama diketahui oleh salah satu petugas lapangan Dintanpan Rembang menjelang akhir tahun 2016 bahwa di salah satu toko UD .LZ milik MYH (39) warga Kasreman Kec Kota Rembang terjadi penjualan pupuk pertanian yang diduga palsu , setelah dilakukan pengecakan oleh petugas dinas pertanian ternyata benar dalam toko iersebut ditemukan pupuk jenis eSPlus 36 yang menyerupai pupuk jenis sp36 subsidi yang diduga palsu atas temuan itu akhirnya oleh Kepala Seksi Pupuk Pestisida dan Alat Mesin Pertanian pada Dintanpan Kabupaten Rembang Ika Himawan Affandi melaporkan kasus tersebut Kepolres Rembang hingga saat ini kasus tersebut belum diketahui sejauh mana .**Hasan Yahya