Tajam News

Dukung Kebijakan Bupati ,  Fraksi PPP Setujui Pemindahan Pasar Kota Rembang

REMBANG,Mediatajam.Com- Rencana Pemerintah Kabupaten Rembang
memindah lokasi pasar kota Rembang dari yang semula berada dipertigaan Jalan Pemuda dengan Jalan Slamet Riyadi ,menuju eks pasar hewan dengan jarak sekitar 300 meter sebelah barat pasar yang sekarang .Hingga saat ini masih menuai penolakan dari pedagang

Bahkan saat ratusan pedagang pasar yang tergabung dalam
Ikatan Pedagang Pasar Kota Rembang (IPPR) ,menggelar audiensi dengan DPRD Rembang yang dipimpin Wakil Ketua DPRD,
M Cholil Bisri Laquf, dan Gunasih . Dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Subakti serta Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Dinindagkop UKM), Akhsanudin di Ruang Rapat Paripurna pada hari Senin (15/10) lalu itu . Seluruh Fraksi – Fraksi di DPRD Rembang mendukung penolakan pemindahan pasar tersebut dengan membubuhkan tanda tangan dukungannya .

Dalam audensi itu Wakil Ketua DPRD, Gunasih menjelaskan, dengan adanya penolakan itu, rencana anggaran pembangunan Pasar Kota Rembang sebesar
Rp 59 miliar akan disetujui manakala anggaran itu digunakan untuk renovasi pasar kota Rembang .Kalau sekarang sudah ada rencana anggaran Rp 59 miliar bisa dialihkan untuk kegiatan rutin lainnya,” jelas Gunasih

Saat dikonfirmasi terkait pro kontra pemindahan pasar kota Rembang , Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan ( FPPP) DPRD Kabupaten Rembang Zaimul Umam menganggap kehadiran Ketua Fraksi PPP dalam audensi dan membubuhkan tanda tangan dukungan penolakan itu , dilakukan secara pribadi bukan sikap Fraksi
Atas kondisi itulah kami atas nama Fraksi PPP secara resmi memberikan pernyataan sikap

1. Fraksi PPP akan tetap berkomitmen, sebagai partai pendukung Bupati, untuk selalu mendukung setiap kebijakan dan program Bupati Rembang yang berorientasi pada upaya memajukan masyarakat di Kabupaten Rembang, tentunya dengan tetap menjaga sikap kritis, obyektif dan transparansi;

2. Sebagai bagian dari kebijakan Bupati, pemindahan pasar kota Rembang akan kami dukung sepenuhnya, terlebih pemindahan tersebut sudah melalui mekanisme yang seharusnya (melalui kajian dampak, kajian DED, dan kajian lainnya), dan sudah melalui pertimbangan-pertimbangan yang dapat diterima, diantaranya : daya tampung pasar yang kurang, tidak lagi ideal sebagai aktivitas jual beli, dan lokasi pasar pada persimpangan jalur padat yang sering menimbulkan kemacetan;

3. Terhadap keberadaan dokumen penandatanganan dukungan fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Rembang atas penolakan pemindahan pasar kota rembang. Dimana salah satu penandatangan dari fraksi PPP, yaitu atas nama Saudara Sugiharto , kami menyatakan sikap sebagai berikut

a. Fraksi PPP secara tegas menyatakan sikap mendukung rencana pemerintah kabupaten Rembang, atas pemindahan pasar kota Rembang.

b. Kehadiran ketua Fraksi PPP dalam audensi yang menghasilkan dokumen penolakan tersebut adalah atas Nama Pribadi dan bukan sikap Fraksi

c. Saudara Sugiharto , tidak melakukan komunikasi, koordinasi atau rapat-rapat dengan fraksi, baik sesudah maupun sebelumnya terkait sikap dan pandangannya.”terangnya

Sementara itu Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan bahwa rencana. pemindahan pasar tersebut memiliki sejumlah alasan yang dipercaya Pemkab mampu membawa dampak positif.
Tata ruang kota yang lebih rapi, selain itu pasar juga dirancang lebih luas, sehingga baik pedagang maupun pembeli akan lebih merasa nyaman.

“Penataan pasar ini tentunya ada beberapa pertimbangan, mulai dari aspek luasan lahan, jumlah pedagang, kenyamanan pedagang, ini semua kita rumuskan untuk mencapai kesana,” kata Hafidz saat jumpa pers Rabu (16/10/18).

Menurut Hafidz, Pemkab bakal menyiapkan anggaran sekitar
Rp 90 Milyar untuk wacana pemindahan lokasi pasar kota Rembang ini. Dilaksanakan melalui dua tahun anggaran, tahun pertama dengan anggaran Rp 60 Milyar, dilanjutkan tahun berikutnya untuk kekurangannya.

“Kami sebenarnya tidak keberatan kalau memang (pedagang) tidak (mau) pindah, tapi kan memang harus dilihat dari sudut pandang lain. Apakah nanti disana bisa memadahi untuk pedagang, lalu lintasnya juga apalagi ini sudah jadi jalan nasional. Okelah sekarang masih bisa ditahan, tapi katakan 3 sampai 5 tahun ini, bisa kebayang macetnya seperti apa itu,” terangnya.(Hasan Yahya)