Tajam News Hukum

Edarkan Sabu, Residivis Curanmor Ini Ditangkap Polisi

SEMARANG,MEDIATAJAM.COM _ Yuliansyah (31) harus kembali berurusan dengan polisi setelah beberapa waktu lalu keluar dari penjara dalam kasus pencurian sepeda motor. Warga Bojongsalaman, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang itu kembali digerebek polisi karena mengedarkan narkoba jenis sabu.

Dari hasil penggerebekan yang dilakukan pada Senin (22/10/2018) malam itu, tim Sat Resnarkoba Polrestabes Semarang berhasil mengamankan sabu seberat 122 gram senilai ratusan juta rupiah.

Menurut Kapolrestabes Semarang Kombes Abioso Seno Aji yang didampingi Kasat Res Narkoba Polrestabes Semarang AKBP Sidiq Hanafi pada Rabu pagi (24/10) saat gelar perkara di Mapolrestabes , pelaku Yuliansyah AW (31) ditangkap di rumahnya setelah mendapatkan informasi bahwa pelaku merupakan pengedar Sabu yang sudah menjadi Target Operasi.

“Dalam penyidikan diketahui pelaku ini diketahui mengambil sabu dari N sebanyak 122 gram dengan harga Rp85 juta. Dia utang dulu, berharap dia akan mendapatkan keuntungan sekira Rp.40 juta,” jelasnya.

Ditambahkannya, pelaku ini merupakan seorang residivis 480 curanmor. Rencananya Yuliansyah akan menjual sabu tersebut dengan harga Rp1 juta/gramnya. Pada saat penangkapan, sabu 3 gram sudah laku dijual.

Sebelum dibekuk polisi, pria yang bekerja sebagai tukang parkir ini sudah berhasil menjual sabu seberat 50 gram. Sabu itu ia dapatkan dari seorang narapidana narkoba berinisial N yang kini ditahan di LP Nusakambangan. Ia mengenal bandar ini, saat berada satu penjara.

“Saya kenal N saat mendekam di Lapas Pati beberapa tahun silam. Saat itu saya ketangkap gara-gara mencuri sepeda motor, sedangkan dia (N) napi kasus narkoba,” ungkap Yuliansyah dalam jumpa pers di Mapolrestabes Semarang.

Setelah berhasil menjual puluhan gram sabu dengan keuntungan berlipat, Yuliansyah kembali memesan sebanyak 125 gram sabu ke bandar tersebut. Sebanyak 3 gram ia konsumsi sendiri, dan sisanya rencananya akan dijual. Namun ia keburu tertangkap polisi.

Pelaku mengaku membeli sabu itu dengan sistem utang dengan harga total Rp 85 juta. Namun Yuliansyah mengaku kesal karena merasa ditipu oleh bandar berinisial N tersebut. Sehingga ia tak mau membayar utang tersebut.

“ternyata saya kena tipu. Sabu yang dikirim ke saya ternyata campuran. Itu kelihatan saat sabu dibakar jadi gosong. Saya tak akan bayar utang itu,” ujarnya. Kini pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, Yuli akan dijerat pasal 114 (2) subsider pasal 112 (2) UU RI No. 35 tahun 2008 dengan ancaman hukuman seumur hidup.** Sef