Tajam News

Faham Radikal Kian Menjamur, UNS Dirikan Posko PSP & K

SOLO,Mediatajam. Com – Menjamurnya faham faham radikal yang melenceng dari budaya Indonesia di sekitaran mahasiswa, kini Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) tak bakal tinggal diam melihat kondisi tersebut.

Ya, kampus yang menjadi favorit warga Solo dan sekitarnya serta yang dikenal dengan sikap lemah lembutnya tersebut bakal mendirikan Pusat Studi Pancasila dan Kebangsaan (PSP & K).

Tentunya pendidikan itu untuk menangkal faham radikalisme yang akhir akhir ini menyasar di kalangan mahasiswa.

Terlebih hal itu juga berakibat pengancaman terhadap perguruan tinggi yang didalamnya dapat tersusupi idiologi di luar 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI.

Selain itu, tujuan didirikannya pusat studi tersebut agar faham radikalisme tidak dapat menyusup ke wilayah kampus yang dapat  memengaruhi mental, pikiran, sikap maupun tindakan mahasiswa yang mengarah pada pembenaran faham radikal itu.

Guru Besar Pendidikan Sejarah FKIP UNS Prof. Dr. Hermanu Joebagio. M. Pd mengakui jika dibentuknya Pusat Studi Pancasila dan Kebangsaan ini sangat mendesak sekali. Mengingat, potensi faham radikalisme yang menyasar kalangan mahasiswa di Kampus UNS.

Menurutnya pembentukan Pusat Studi Pancasila dan Kebangsaan telah mendapat dukungan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Sementara itu, pihaknya sempat mengajukan inisiasi ke Kemenristekdikti terkait potensi radikalisme yang menjamur sejak tahun ‘90-an lalu.

Maka dari itu, pihaknya menganggap sangat penting dibentuknya Studi Pancasila dan Kebangsaan.

“Ancaman kian nyata di depan mata. Jika tidak kita mulai saat ini, saya khawatir radikalisme berkembang di kawasan kampus,” katanya kepada sejumlah awak media, Kamis (12/7/2018).

Di suatu sisi ia juga tengah menyiapkan beberapa langkah untuk bisa bersam sama menanggulangi faham radikal tersebut. Yakni pihaknya bakal melibatkan dosen serta staf di kalangan Kampus UNS untuk mendirikan Pusat Studi Pancasila dan Kebangsaan.

Dan Al hasil dari rencana tersebut, banyak diantara yang menyatakan setuju. Baik itu pelibatan para dosen dan staf staf kampus bahkan mahasiswa itu sendiri.

“Dalam waktu dekat ini, kami akan mengundang BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) untuk melakukan training kepada dosen dan staf kami mengenai pemahaman pancasila,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Manajemen FEB UNS, Retno Tanding Suryandari PhD menambahkan pendirian pusat studi tersebut juga bertujuan agar sekitar 36 ribu mahasiswa di UNS paham tentang Pancasila dan Kebangsaan secara utuh.

“Konkritnya kami bentuk agenda bekerjasama dengan berbagai  stakeholders di bawah naungan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat),” katanya.

Puncaknya, akan digelar acara bertajuk Pancasila dan Kebangsaan di universitas setempat pada 8 Agustus 2018 mendatang. Rencananya, Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri juga akan diundang, dan dihadiri oleh 1.500 tamu terdiri dari mahasiswa, civitas akademika UNS, dan lainnya.(Hasan Yahya)